Kenapa Susanti Upin dan Ipin Pindah dari Indonesia ke Malaysia?

1 hour ago 3

CNN Indonesia

Senin, 01 Jun 2026 09:50 WIB

Berikut penjelasan alasan Susanti dalam Upin dan Ipin pindah dari Indonesia ke Malaysia. Berikut penjelasan alasan Susanti dalam Upin dan Ipin pindah dari Indonesia ke Malaysia. (dok. Les' Copaque Production via YouTube)

Jakarta, CNN Indonesia --

Susanti menjadi salah satu karakter yang menarik perhatian dalam serial animasi Upin & Ipin. Ia menjadi satu-satunya murid asal Indonesia dalam serial animasi asal Malaysia tersebut.

Kehadiran Susanti berhasil menarik perhatian penonton Indonesia sejak debutnya pada 2007. Banyak penggemar penasaran mengenai latar belakang kepindahan bocah perempuan tersebut ke Malaysia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa Susanti Upin dan Ipin pindah ke Malaysia?

Alasan utama Susanti pindah ke Malaysia adalah pekerjaan ayahnya, seorang insinyur asal Jakarta yang mendapatkan kontrak kerja di sana, sehingga ia harus memboyong keluarganya dan menyekolahkan Susanti di Tadika Mesra.

Karakter Susanti pertama kali muncul pada musim ketiga dalam episode bertajuk Berpuasa Bersama Kawan Baru sebagai murid pindahan.

Latar belakang pekerjaan sang ayah ini bahkan sempat menjadi motor penggerak plot yang emosional pada Musim 16 dalam episode Temanku Susanti.

[Gambas:Video CNN]

Saat itu, Susanti sempat pamit dan memberikan surat pengunduran diri karena kontrak kerja ayahnya telah berakhir, yang sempat membuat Cikgu Melati dan teman-temannya di Tadika Mesra dirundung kesedihan.

Namun, kisah tersebut berakhir bahagia setelah ayah Susanti mendapatkan perpanjangan kontrak kerja, sehingga mereka batal kembali ke Indonesia dan menetap di Malaysia.

Secara teknis di luar jalinan cerita, kehadiran Susanti sengaja dirancang pihak studio produksi.

Dalam buku Bila Atok Ranggi Berbicara karya Haji Burhanuddin Md. Radz selaku pendiri Les' Copaque, dijelaskan Susanti diciptakan sebagai bentuk apresiasi atas populernya Upin & Ipin di Indonesia.

"Ketika Upin & Ipin semakin populer di Indonesia, Atok (Haji Burhanuddin Md. Radz) ingin menghadirkan karakter anak Indonesia sebagai teman mereka," tulis Haji Burhanuddin Md. Radz dalam bukunya tersebut.

"Namun, Atok ingin karakter tersebut berasal dari keluarga ekspatriat, bukan dari latar belakang Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI)."

Proses produksi karakter ini juga menyimpan cerita unik, terutama saat tim produksi sempat kesulitan mencari pengisi suara staf asal Indonesia hingga hampir menggunakan jasa petugas kebersihan kantor bernama Kak Su.

Demi menjaga kualitas bagi penggemar Indonesia, pihak studio akhirnya memilih staf internal dengan bimbingan pelafalan dari Kak Su, hingga kini karakter Susanti telah sepenuhnya disuarakan oleh orang Indonesia asli.

Dalam serialnya, Susanti terus tampil ikonis sebagai anak berambut pendek dengan jepit bunga yang mahir teknologi, serta tetap menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dimengerti oleh teman-temannya di Kampung Durian Runtuh.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial