Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperkuat langkah-langkah perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran. Hal ini menyusul eskalasi konflik di negara tersebut imbas demonstrasi massal.
"Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemlu RI dan Kedutaan Besar RI di Teheran dalam memantau kondisi WNI yang berada di sana, sekaligus menyiapkan berbagai skenario pengamanan," kata Nurul dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurul meminta pemerintah untuk tidak sekadar memantau, tetapi juga memperkuat langkah konkret yang melindungi keselamatan WNI.
Menurutnya, pemerintah perlu memperluas komunikasi intensif dengan WNI, terutama terkait pergerakan massa dan potensi risiko di kota-kota tempat mereka berada.
"Kita mendorong Kemlu RI untuk memperluas jaringan komunikasi, meningkatkan kesiagaan lewat jalur darurat, serta menyiapkan kemungkinan evakuasi cepat apabila informasi di lapangan menunjukkan risiko yang signifikan," ujarnya.
Kemlu juga diminta menyampaikan informasi yang cepat dan jelas kepada WNI di Iran melalui imbauan resmi, termasuk menjaga kewaspadaan, menjauhi lokasi kerumunan maupun pusat demonstrasi, serta terus berkoordinasi dengan KBRI Teheran.
Nurul Arifin juga menyatakan dukungan penuh terhadap sikap proaktif Kemlu RI yang telah menetapkan rencana kontingensi serta menyampaikan imbauan bagi WNI di Iran untuk menunda perjalanan hingga situasi benar-benar kondusif.
"Kita menghormati kedaulatan Iran, namun dalam keadaan apapun keselamatan WNI menjadi prioritas mutlak. Pemerintah harus siap dengan segala alternatif kebijakan untuk memastikan hal itu," kata Nurul.
Saat ini, ada 386 WNI di Iran yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan. Mayoritas dari mereka merupakan pelajar.
Sejak akhir Desember, Iran membara karena gelombang demonstrasi. Menurut pemberitaan media pemerintah, fasilitas sipil hingga pertokoan terbakar dalam demo itu.
Menurut laporan media dan lembaga pemantau HAM, korban tewas selama demonstrasi berlangsung telah mencapai lebih dari 2.600 orang.
Selain itu, intelijen Israel memperkirakan sekitar 5.000 orang tewas, sementara media Iran International yang berbasis di Inggris menyebut korban tembus lebih dari 12.000 jiwa.
Namun hingga kini, CNNIndonesia.com belum memperoleh data pembanding terkait jumlah korban tewas dari media resmi Iran seperti IRNA, Mehr News, dan Fars.
Hal itu disebabkan akses internet di Iran masih terputus total sehingga laman media-media tersebut tidak dapat diakses.
Para pedemo memprotes inflasi yang melangit hingga meminta pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mundur.
Namun, pemerintah dilaporkan menggunakan kekuatan berlebih dalam menangani demonstran hingga memutus internet skala nasional.
Khamenei juga menuding demo itu ada campur tangan Amerika Serikat. Di sisi yang lain, Presiden Donald Trump terus memprovokasi rakyat Iran untuk melakukan demo dan merebut kebebasan.
(yoa/dmi)

1 hour ago
2



























