InJourney Airports Minta Maaf Atas Kerusakan Plafon di Bandara Bali

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyampaikan permohonan maaf atas insiden kerusakan plafon atap di Boarding Lounge 6A Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (13/5) pagi. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 05.40 WITA.

Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun gangguan terhadap operasional penerbangan.

"PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyampaikan permohonan maaf atas insiden kerusakan plafon atap di Boarding Lounge 6A Terminal Keberangkatan Internasional, yang terjadi pada Rabu (13/5) pukul 05.40 WITA," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak bandara memastikan insiden kali ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Penumpang dan mitra kerja yang berada di sekitar lokasi dipastikan aman.

Gede Eka juga menegaskan bahwa insiden plafon tidak berdampak pada operasional penerbangan. Seluruh layanan kebandarudaraan berjalan normal sebagaimana biasanya.

Insiden tersebut menjadi perhatian karena Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia, khususnya untuk penerbangan internasional dan sektor pariwisata Bali. Dalam beberapa bulan terakhir, lalu lintas penumpang di bandara itu tercatat terus meningkat.

Data pengelola bandara menunjukkan Bandara Ngurah Rai melayani sekitar 1,14 juta penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Gede Eka menambahkan, penanganan di lokasi langsung dilakukan untuk memastikan kenyamanan pengguna jasa tetap terjaga. Area yang mengalami kerusakan juga segera diamankan oleh petugas bandara.

"Saat ini fokus kami adalah penanganan dan perbaikan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan, serta memastikan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara tetap berjalan secara optimal," pungkasnya.

(rir)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial