CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Durasi ideal menyeduh teh. (FraukeFeind/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Secangkir teh hangat kerap menjadi minuman andalan banyak orang, baik di pagi hari maupun saat bersantai. Tak heran, teh menjadi minuman paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih.
Selain rasanya yang menenangkan, kebiasaan minum teh juga kerap dinilai memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Lalu, berapa lama sebenarnya teh diseduh?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teh yang berasal dari daun Camellia seperti teh hitam, hijau, dan oolong mengandung senyawa alami seperti polifenol dan antioksidan. Senyawa ini dikenal bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bisa membuat teh terasa pahit jika diekstraksi berlebihan.
Mengutip Eating Well, Bigelow Tea Company menjelaskan bahwa waktu seduh ideal berbeda-beda tergantung jenis teh.
- Teh hitam: 2-4 menit
- Teh oolong: 2-4 menit
- Teh hijau: sekitar 3 menit
- Teh herbal: sekitar 4 menit
Waktu ini dirancang untuk menghasilkan rasa seimbang sekaligus menjaga kualitas senyawa alami di dalam teh.
Jika teh diseduh terlalu singkat, rasa yang dihasilkan cenderung hambar dan lebih mirip air hangat. Sebaliknya, menyeduh terlalu lama terutama untuk teh hitam dan hijau dapat membuat rasa lebih kuat.
Hal ini terjadi karena senyawa tanin keluar dalam jumlah berlebihan. Tanin memang memiliki manfaat antioksidan, tetapi rasanya pahit.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar polifenol sudah terekstraksi dalam lima menit pertama. Sehingga waktu seduh yang lebih lama tidak selalu berarti manfaat antioksidan yang lebih besar. Dengan kata lain, menyeduh lebih lama tidak selalu membuat teh lebih sehat tetapi justru bisa mengurangi kenikmatannya.
Untuk es teh, waktu seduh bisa sedikit lebih lama. Hal ini karena es batu akan mengencerkan rasa teh. Satu kantong teh untuk satu cangkir air mendidih dan empat hingga enam kantong teh untuk membuat satu teko es teh berukuran delapan cangkir.
Waktu seduh es teh selama 3-5 menit atau bahkan lebih lama. Bila ingin menggunakan pemanis, sebaiknya ditambahkan saat teh masih panas agar mudah larut dan rasanya lebih merata.
Apakah bahaya jika teh direndam terlalu lama?
Ilustrasi. condesign/Pixabay)
Mengutip berbagai sumber, waktu penyeduhan yang lebih lama bisa membuat kadar kafein dan tanin pada teh lebih tinggi. Hal tersebut penting untuk dipertimbangkan bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
Menyeduh teh terlalu lama tidak menimbulkan risiko kesehatan langsung bagi kebanyakan orang. Namun, bisa menyebabkan efek yang tidak diinginkan seperti ketidaknyamanan pencernaan, sakit perut atau mual.
Hal ini terjadi karena tanin juga mengganggu penyerapan nutrisi tertentu seperti zat besi, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Menukil dari Home Dining Kitchen, teh yang diseduh terlalu lama juga dapat menyebabkan dehidrasi jika dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan kafein yang meningkat akibat penyeduhan yang terlalu lama dapat menyebabkan rasa gelisah atau tidak tenang.
Selain waktu seduh, suhu air berpengaruh besar pada hasil akhir teh. Untuk teh hitam, oolong, dan herbal, air mendidih sangat dianjurkan. Sementara itu, teh hijau sebaiknya diseduh dengan air yang tidak terlalu panas, sedikit di bawah titik didih, agar rasanya tidak pahit.
Beberapa tips ini bisa digunakan untuk menyeduh teh agar terasa lebih optimal.
- Gunakan air segar dan dingin, bukan air sisa di teko.
- Tutup cangkir saat menyeduh agar panas tidak cepat hilang.
- Gunakan satu kantong teh untuk satu cangkir, atau 4-6 kantong untuk satu teko
- Menutup cangkir selama penyeduhan juga membantu mempertahankan panas teh.
Panduan waktu seduh pada kemasan bisa menjadi pegangan awal, tetapi jangan ragu bereksperimen sesuai selera.
(nga/asr)

1 hour ago
3























