Jakarta, CNN Indonesia --
Daun keji beling atau pecah beling dikenal sebagai salah satu tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Khasiatnya pun tak sedikit, hingga kini tersedia dalam berbagai bentuk komersial seperti tablet suplemen dan teh celup.
Tanaman ini memiliki bentuk yang khas. Dalam buku Seri Pertanian Tanaman Obat (2023) karya Dhany Ardyansyah, keji beling digambarkan memiliki tinggi 1-2 meter, dengan daun tunggal bertangkai pendek dan posisi duduk daun berhadapan. Bagian ujung daun meruncing dengan tepi bergerigi.
Selain bentuknya yang unik, keji beling juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan. Mengutip sejumlah penelitian, berikut berbagai khasiat daun keji beling:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mengontrol diabetes
Daun keji beling diketahui membantu menurunkan kadar gula darah. Tinjauan di Jurnal Jamu Indonesia (2025) oleh Yeli Sukendi dkk. menyebutkan bahwa kandungan saponin dan steroid di dalamnya mampu menghambat penyerapan glukosa, sehingga mencegah lonjakan gula darah. Tanaman ini dinilai potensial sebagai pendukung pengelolaan diabetes.
2. Berpotensi melawan kanker
Sejumlah penelitian menemukan bahwa ekstrak daun keji beling memiliki sifat antikanker. Tanaman ini menunjukkan efektivitas dalam melawan beberapa jenis kanker, termasuk kanker kolorektal, payudara, dan hati.
3. Menghambat pertumbuhan tumor
Riset pada model tikus dengan tumor payudara menunjukkan bahwa ekstrak keji beling, terutama yang dikombinasikan dengan diklorometana, mampu menurunkan volume tumor secara signifikan.
4. Menghancurkan batu ginjal
Keji beling mengandung kalium dan sodium yang membantu memecah batu ginjal. Mineral tersebut bekerja memutus ikatan kalsium dengan oksalat atau karbonat, sehingga kristal batu ginjal lebih mudah larut dan keluar melalui urine.
Efek diuretik pada daun keji beling dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi volume cairan tubuh. Selain itu, senyawanya juga memberi efek relaksasi pada pembuluh darah sehingga meringankan kerja jantung.
Tanaman ini umumnya efektif untuk mengatasi hipertensi ringan hingga sedang.
Beberapa senyawa aktif dalam daun keji beling diduga mampu menghambat penyerapan kolesterol atau meningkatkan metabolisme lemak. Efek ini membantu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
7. Meredakan nyeri haid
Sifat anti-inflamasi dan analgesik membuat daun keji beling bermanfaat untuk meredakan nyeri haid. Tanaman ini bekerja dengan mengurangi peradangan pada rahim sehingga kram dan ketidaknyamanan selama menstruasi dapat berkurang.
8. Meredakan gejala wasir
Daun keji beling juga membantu meredakan peradangan dan pembengkakan akibat wasir. Kandungannya dapat mengurangi inflamasi pada pembuluh darah di area anus dan rektum, sehingga rasa sakit berkurang.
Efek diuretiknya turut meringankan tekanan pada sistem peredaran darah.
Meski memiliki banyak manfaat, penggunaan daun keji beling sebagai obat herbal tetap memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Pastikan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakannya sebagai terapi pendamping.
(rea/tis)

14 hours ago
3





























