ESDM soal Dampak Penangkapan Maduro ke Harga Minyak: Kami Belum Lihat

1 day ago 4

CNN Indonesia

Senin, 05 Jan 2026 20:16 WIB

Kementerian ESDM belum melihat dampak konflik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela terhadap harga minyak dalam negeri. Kementerian ESDM belum melihat dampak konflik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela terhadap harga minyak dalam negeri. (CNN Indonesia/Dhio Faiz).

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM belum melihat dampak konflik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela terhadap harga minyak dalam negeri.

Pasalnya, Indonesia tidak bergantung impor pada negara anggota OPEC tersebut.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan instansinya terus menganalisis dampaknya ke dalam negeri. Namun, ia memastikan sejauh ini harga dan stok minyak dalam negeri stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelas kondisi di negara saat ini stabil. Kita sumber crude nya itu bukan dari sana. Jadi, dari wilayah lain. Jadi masih stabil," ujar Laode dalam Penutupan Posko Nataru Sektor ESDM di Kantor BPH Migas, Senin (5/1).

"Pada saat ini, hari ini, kami belum melihat (dampaknya)," imbuhnya.

Namun, ia menekankan bukan berarti pemerintah tak waspada. Antisipasi selalu dilakukan apabila nanti konflik berlangsung lama dan dampaknya menyebar.

"Antisipasi itu selalu ada. Kita akan terus pantau dulu," jelasnya.

Venezuela memang telah mengalami krisis politik, ekonomi, dan sosial berkepanjangan yang bermula dari kombinasi kesalahan kebijakan ekonomi, jatuhnya harga minyak, dan kontestasi politik antara pemerintah dan oposisi.

Namun, pada awal tahun ini, konflik memuncak ketika pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam serangan militer besar-besaran. Mereka didakwa dengan tuduhan perdagangan narkoba di Distrik Selatan New York.

Usai melakukan serangan dan menangkap Maduro, Trump mengatakan AS akan mengelola negara tersebut. Ia juga yakin dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.

Kudeta terhadap Maduro terjadi setelah penumpukan militer AS selama berbulan-bulan di Karibia. Trump mengatakan embargo yang ia terapkan terhadap minyak Venezuela "tetap berlaku sepenuhnya."

Konflik ini dikhawatirkan oleh pelaku pasar akan membuat harga minyak makin melonjak. Apalagi, sanksi AS terhadap minyak Venezuela masih berlaku hingga saat ini.

Maklum, Venezuela merupakan salah satu pendiri OPEC dan memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sebesar 303 miliar barel atau sekitar seperlima dari cadangan global.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial