CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 19:30 WIB
Hyundai sempat menjual pabrik mereka di Rusia pada 2024 dengan catatan bisa dibeli 100 persen dua tahun kemudian. (AFP PHOTO / JUNG YEON-JE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hyundai Motor Group tidak dapat membeli kembali fasilitas produksinya di Rusia karena perang Rusia-Ukraina masih berlangsung. Hyundai sempat menjual pabrik itu dengan catatan bisa dibeli kembali, tetapi jadwal pembelian kedaluwarsa pada Januari 2026.
Pada 2024, Hyundai bersama KIA menjual fasilitas produksinya di St Petersburg dengan harga simbolis 140.000 won atau setara Rp1,62 juta (kurs Rp11,56) ke produsen otomotif Rusia AGR Automotive Group.
Salah satu klausul dalam penjualan itu adalah Hyundai boleh membeli 100 persen fasilitas selama dua tahun ke depan yang jatuh pada Januari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan situasi di mana kami dapat membeli kembali saham tersebut," kata seorang sumber yang tidak dapat disebutkan namanya karena sensitivitas isu ini kepada Reuters.
Hyundai juga menjelaskan pada Reuters dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan belum bisa mencapai keputusan pembelian pabrik itu.
Sumber tak menjelaskan secara pasti mengapa Hyundai tak bisa melakukan pembelian kembali, namun dia disebut menyinggung soal konflik Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai.
Masih belum jelas pula apakah tenggat waktu Januari 2026 adalah permanen atau masih bisa diperpanjang.
Pabrik Hyundai di St Petersburg merupakan salah satu pabrik mobil terbesar di Rusia yang mampu menghasilkan 200 ribu unit kendaraan setiap tahunnya.
Produksi di fasilitas ini mangkrak pada Maret 2022 akibat konflik Rusia-Ukraina yang mengganggu suplai komponen kendaraan. Produksi juga terkendala sanksi Barat pada Rusia akibat menginvasi Ukraina.
Hyundai dan KIA pernah menyumbang 23 persen dari total penjualan mobil baru dengan angka mencapai 400 ribu unit dipasar Rusia pada 2019.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda Hyundai berniat melakukan negosiasi perpanjangan kontrak yang telah kedaluwarsa.
Meski begitu, Hyundai melalui pemasok suku cadang utama Hyundai Mobis telah memperluas fasilitas penelitian dan pengembangan di India untuk memenuhi permintaan global.
Fasilitas penelitian dan pengembangan sedang dibangun di Bengaluru dengan fokus pada perangkat lunak dan sistem infotainment untuk konsumen.
(iqb/fea)

1 day ago
6





























