Zelensky Klaim Kesepakatan Akhiri Perang Tinggal 10 Persen Lagi

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Kamis, 01 Jan 2026 21:45 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia tinggal 10 persen lagi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia tinggal 10 persen lagi. (AFP/HANDOUT)

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia tinggal 10 persen lagi.

Dalam pidatonya di Malam Tahun Baru, Rabu (31/12), Zelensky mengatakan Ukraina ingin perang berakhir tapi bukan dengan imbalan apapun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perjanjian perdamaian sudah 90 persen siap. Sisa 10 persen. Dan itu jauh lebih dari sekedar angka," kata Zelensky. "10 persen itu lah yang akan menentukan nasib perdamaian, nasib Ukraina dan Eropa."

Rusia hingga kini berupaya menguasai sepenuhnya wilayah di timur Ukraina, Donbas, sebagai bagian dari kesepakatan. Presiden Vladimir Putin juga berulang kali menunjukkan keinginan untuk merebut sisa wilayah di negara tetangganya.

Namun seperti diberitakan AFP, Kyiv berulang kali menegaskan bahwa menyerahkan wilayah hanya akan memperkuat posisi Moskow.

Lebih lanjut, Zelensky juga mengatakan tiap kesepakatan perlu jaminan keamanan untuk mencegah Rusia menyerang lagi.

Pernyataan Zelensky muncul usai sejumlah pejabat AS termasuk utusan utama Steve Witkoff menggelar panggilan telepon dengan penasihat keamanan Ukraina serta Eropa. Mereka membahas langkah selanjutnya guna mengakhiri perang.

Perang yang kini memasuki tahun kelima telah mengakibatkan gelombang kehancuran yang masif hingga jutaan orang mengungsi.

Hingga kini Ukraina dan Rusia belum sepakat untuk gencatan senjata permanen. Berbagai komunitas internasional menyerukan bahkan berusaha memediasi kedua negara tersebut, tetapi upaya mereka belum menuai hasil.

Terakhir Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden Donald Trump berusaha menengahi konflik Rusia-Ukraina. Namun, upaya negosiasi kerap buntu.

(isa/end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial