VinEnergo Masuk Pasar Global lewat Proyek Energi Hijau Perdana 10 GW

11 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

VinEnergo mengumumkan rencana ekspansi global dengan mengamankan portofolio proyek energi terbarukan internasional pertamanya sebesar 10 GW melalui perjanjian pengembangan yang telah ditandatangani. Langkah ini menandai babak baru perusahaan energi asal Vietnam tersebut di panggung energi dunia.

Dalam tiga tahun ke depan, VinEnergo menargetkan total kapasitas terpasang hingga 100 GW, mencakup 50 GW di pasar internasional utama. Kawasan prioritas meliputi Amerika Utara, Eropa Utara, kawasan Mediterania, dan Asia Tenggara.

Perusahaan juga membidik pasar potensial di Asia Tengah dan Afrika, di mana permintaan listrik dan tekanan pengurangan emisi terus meningkat. VinEnergo berencana terlibat langsung dalam pembentukan kebijakan energi hijau bersama pemerintah dan pemangku kepentingan di masing-masing negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mendukung ekspansi ini, VinEnergo telah menandatangani kemitraan dengan lembaga keuangan internasional guna mengakses pembiayaan hijau. Perusahaan juga menguasai seluruh tahapan proyek, dari perancangan, manajemen jadwal, struktur komersial, hingga operasional jangka panjang.

Di Eropa Utara, VinEnergo bermitra dengan GreenGo Energy untuk mengembangkan portofolio 2 GW di Denmark dan Swedia. Dalam jangka panjang, kapasitas di kawasan Eropa ditargetkan mencapai 6,2 GW.

Di Filipina, VinEnergo masuk melalui tiga kemitraan sekaligus: 1,3 GW bersama NKS Renewables Inc, 1,2 GW bersama URG Asia Corporation, dan 1,3 GW bersama 11.11 Growth Properties. Proyek-proyek ini fokus pada pembangkit listrik tenaga surya skala besar di Luzon, Visayas, dan Mindanao.

Dalam semua proyek pengembangan bersama tersebut, VinEnergo memegang kepemilikan lebih dari 80 persen dan bertindak sebagai pengembang utama. Sejumlah proyek telah dimulai awal 2026 dan diproyeksikan beroperasi pada 2027 hingga 2028.

VinEnergo memiliki kapabilitas internal dalam manufaktur dan integrasi sistem penyimpanan energi baterai (BESS), yang memungkinkan standarisasi desain dan pengamanan pasokan peralatan secara proaktif. Kemampuan ini menekan risiko jadwal dan mengoptimalkan keekonomian proyek di pasar dengan penetrasi energi terbarukan tinggi.

Pada kuartal pertama 2026, VinEnergo menargetkan total portofolio energi terbarukan internasionalnya mencapai 20 GW. Tambahan minimal 8 GW dari proyek di Asia Tenggara dan Afrika dijadwalkan ditandatangani dalam periode tersebut.

Chief Executive Officer VinEnergo, Nguyen Anh Khoa, menegaskan pada 2026 VinEnergo memasuki fase pengembangan baru dengan aspirasi menjadi perusahaan energi terbarukan berskala global dan berdaya saing tinggi.

"Implementasi portofolio besar secara simultan di berbagai pasar menegaskan kapasitas tata kelola dan eksekusi kami dalam menangani proyek kompleks. VinEnergo percaya bahwa kami akan memberikan kontribusi penting dalam proses transisi energi global, sekaligus meningkatkan posisi perusahaan Vietnam pada peta energi hijau dunia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3)

Sebagai informasi, pada 2025 VinEnergo telah memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas LNG Hai Phong berkapasitas 4.800 MW dengan total investasi sekitar Rp178 triliun. Proyek ini termasuk salah satu LNG-to-power terbesar di Vietnam dan dunia.

VinEnergo juga ditunjuk sebagai investor untuk dua proyek angin lepas pantai di Ha Tinh dengan total kapasitas sekitar 900 MW dan nilai investasi gabungan lebih dari Rp39 triliun.

Terbaru, VinEnergo juga berinvestasi dalam Tahap 1 Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin Hon Trau di Gia Lai berkapasitas 750 MW. Selain itu, perusahaan telah disetujui sebagai investor berkualifikasi untuk Proyek Angin Vinh Thuan berkapasitas 143 MW.

Rangkaian kesepakatan di dalam dan luar negeri ini mencerminkan kepercayaan mitra terhadap kekuatan finansial dan kemampuan eksekusi VinEnergo. Sebagai bagian dari ekosistem Vingroup, perusahaan juga mengadopsi AI dan big data dalam operasional, serta mengembangkan solusi kelistrikan pintar untuk menciptakan nilai jangka panjang.

(rir)

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial