Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah video baru-baru ini muncul dan membuktikan bahwa Amerika Serikat (AS) memang meluncurkan serangan udara di dekat sekolah dasar di Minab, Iran.
Insiden yang menewaskan 160 siswa itu terjadi pada 28 Februari lalu, di hari pertama AS-Israel melancarkan serangan udara ke Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita semi-resmi Iran Mehr News merilis video yang menunjukkan serangan rudal menghantam daerah tersebut, di mana salah satu rudal tertangkap berjenis Tomahawk BGM atau UGM-109 buatan AS.
Video ini menangkis klaim Presiden AS Donald Trump yang menyalahkan Iran atas serangan tersebut.
Rudal itu terlihat menggempur target di dalam pangkalan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam rekaman yang diambil dari lokasi konstruksi terdekat.
Rudal Tomahawk dioperasikan oleh Angkatan Laut AS. Senjata ini diluncurkan dari kapal permukaan dan kapal selam. Menurut para ahli, Israel tidak mengoperasikan rudal ini.
Saat kamera bergeser ke kanan, terlihat kepulan asap besar membubung dari arah Sekolah Dasar Shajareh Tayyiba di Minab. Puluhan orang kemudian berlarian menyelamatkan diri.
Sam Lair, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS), mengatakan kepada CNN bahwa amunisi dalam video tersebut sesuai dengan rudal Tomahawk Land Attack Missile (TLAM) milik AS.
"Pertama, video tersebut sesuai dengan karakteristik visual TLAM. Bentuknya seperti salib dengan sayap yang terpasang di tengah dan ekor di bagian belakang. Kedua, video itu diambil sekitar 250 meter dari titik benturan. Artinya, amunisi tersebut berukuran besar," kata Lair.
"Hal ini mengesampingkan kemungkinan amunisi lain dalam stok senjata AS dengan karakteristik visual serupa GBU-69B," lanjutnya.
Pakar senjata lain yang diwawancara CNN sepakat dengan penilaian ini dan menambahkan bahwa TLAM sering dipakai dalam serangan pembuka sebelum supremasi udara tercapai.
Belum jelas bangunan apa yang terkena rudal tersebut. Namun, analisis CNN menunjukkan rudal itu mengenai bangunan di dalam atau tepat di sebelah klinik medis yang dioperasikan oleh IRGC di dalam pangkalan.
"Video yang telah diberi geolokasi menunjukkan sebuah rudal jelajah menghantam salah satu bangunan yang terletak di tengah pangkalan," kata Lair.
Meski video tidak menampilkan momen benturan di sekolah, cuplikan hantaman yang ada, menurut Lair, "kemungkinan merupakan bagian dari serangan yang sama."
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (7/3) menyalahkan Iran atas serangan terhadap SD di Minab yang menewaskan sedikitnya 168 anak dan 14 guru.
"Berdasarkan apa yang saya lihat, serangan itu dilakukan oleh Iran," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.
Trump kemudian mengolok amunisi Iran yang menurutnya "sangat tidak akurat".
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pihaknya sedang menyelidiki serangan yang menghantam SD tersebut. Namun, ia juga menuding Iran sebagai pihak yang menargetkan warga sipil.
"Kami tentu saja sedang menyelidikinya. Tapi satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran," kata Hegseth.
Pekan lalu, CNN dan media-media lain telah melaporkan hasil investigasi mengenai serangan ini. Berdasarkan analisis citra satelit, video geolokasi, pernyataan pejabat AS, dan penilaian para ahli, serangan itu memang diluncurkan oleh pasukan AS.
CNN terus berupaya mendapatkan gambar sisa-sisa amunisi yang menghantam sekolah tersebut. Bukti semacam ini sangat penting untuk menilai siapa yang bertanggung jawab atas serangan.
Iran sejak awal menyatakan serangan terhadap sekolah di Minab dilancarkan oleh Amerika Serikat.
(rds/rds)

14 hours ago
4























