Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei mengancam akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Ultimatum ini merupakan pernyataan perdana Mojtaba usai terpilih jadi pemimpin tertinggi Iran awal pekan ini.
"Seluruh pangkalan AS di kawasan harus segera ditutup, jika tidak pangkalan-pangkalan itu akan diserang," ucap Mojtaba pada Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, dia menegaskan Teheran harus mempererat hubungan dan persahabatan dengan negara-negara Arab
AS dan Israel menggempur secara membabi buta ke Iran sejak 28 Februari. Serangan di hari itu menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya tewas.
Mereka yang tewas termasuk istri Mojtaba yang juga menantu Khamenei, ibu Mojtaba, dan sederet pejabat top keamanan Iran.
Hingga kini, Korban tewas di Iran mencapai lebih dari 1.300 jiwa termasuk anak-anak dan perempuan.
Di hari pertama pemboman AS-Israel, Iran langsung meluncurkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Saat Khamenei dinyatakan meninggal, serangan balasan Iran kian intensif. Beberapa negara Arab murka dan bahkan mengecam operasi tersebut karena memasuki kedaulatan wilayah mereka.
Di tengah pembalasan itu, Iran juga menutup jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz.
Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga memperingatkan setiap kapal yang lewat Selat Hormuz dan mengabaikan peringatan mereka akan jadi sasaran.
(isa/dna)

6 hours ago
6
















