UEA Didesak Tutup Pangkalan Militer AS karena Dianggap Beban

5 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) kini dianggap beban bagi negara itu, bukan lagi aset strategis.

Penilaian itu disampaikan oleh pengamat senior yang merupakan salah satu akademisi di UEA dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UEA tidak lagi membutuhkan Amerika untuk membelanya, karena telah terbukti selama agresi Iran bahwa mereka mampu membela diri dengan gemilang," tulis Abdulla.

"Yang dibutuhkan UEA adalah memperoleh senjata terbaik dan terbaru yang dimiliki Amerika. Oleh karena itu, sudah saatnya untuk mempertimbangkan penutupan pangkalan-pangkalan Amerika, karena pangkalan-pangkalan tersebut merupakan beban dan bukan aset strategis," ia menambahkan.

Pendapat Abdullah kemudian disanggah oleh pengamat UEA lainnya, Nadim Koteich.

"Washington telah membuktikan sebagai sekutu yang dapat diandalkan di setiap bidang penting, dan hal ini paling terlihat selama perang ini," kata Koteich.

"Namun, mereduksi hubungan hanya pada dimensi militer dan keamanannya merupakan kesalahan dalam memahami apa yang sebenarnya telah menjadi aliansi tersebut, dan mengarah pada kesimpulan yang terburu-buru," ia menambahkan.

AS memiliki 19 pangkalan militer yang tersebar di negara-negara teluk, sembilan di antaranya berstatus permanen, berdasarkan laporan dari Council on Foreign Relations.

Total terdapat 40.000 tentara AS yang bertugas di Timur Tengah sebelum perang dengan Iran. Di UEA, sedikitnya terdapat 3.500 tentara AS di Pangkalan Udara Al Dhafra gabungan antara AS, Prancis, dan UEA.

Ia mengatakan bahwa Washington telah memilih UEA sebagai mitra pilihannya di kawasan ini dalam bidang teknologi dan industri.

"Memperkuat poros Abu Dhabi-Washington adalah jalan ke depan, didukung oleh jaringan pilar keuangan, regulasi, energi, dan pertahanan yang canggih yang sudah ada," tambah Koteich.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial