Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku pernah ditawari jadi pemimpin tertinggi Iran.
Trump mengatakan rakyat Iran sempat memintanya menjadi pemimpin tertinggi di negara tersebut, namun ia menolaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengeklaim wacana soal dirinya menjadi pemimpin tertinggi di Iran disampaikan secara tidak resmi oleh para pemimpin Teheran setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
"Tidak pernah ada kepala negara yang menginginkan jabatan itu lebih sedikit daripada kepala negara Iran. Kami mendengar mereka dengan sangat jelas. Mereka berkata, 'Saya tidak menginginkannya. Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya,'" ujar Trump.
Trump kemudian mengeklaim menyampaikan penolakan atas tawaran tersebut.
"Tidak, terima kasih. Saya tidak menginginkannya," kata Trump pada makan malam penggalangan dana tahunan Komite Kongres Republik Nasional (NRCC).
Setelah Ali Khamenei meninggal dunia, Iran langsung memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi mereka.
Trump sebelumnya mengeklaim delegasi Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan dan sedang bernegosiasi dengan AS.
"Tapi mereka takut mengatakan, karena mereka menduga akan dibunuh orang-orang mereka sendiri," kata Trump dalam jamuan makan malam bersama anggota Republik pada Rabu (25/3), dikutip AFP.
Dia lalu berujar, "Mereka juga takut akan dibunuh oleh kami (pihak AS)."
Komentar Trump muncul usai Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan ogah negosiasi saat pertempuran membara.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1






















