Jakarta, CNN Indonesia --
Libur panjang kerap menjadi momen ketika pengeluaran membengkak. Termasuk saat libur Iduladha tahun ini yang berlangsung mulai Rabu (27/5) hingga Minggu (31/5).
Terlebih, libur panjang Iduladha kali ini berdekatan dengan tanggal gajian sebagian besar pekerja di Indonesia.
Artinya, masih ada waktu sekitar satu bulan hingga gajian berikutnya tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan agar tetap aman setelah libur panjang? Berikut sejumlah tips dari perencana keuangan.
1. Hitung ulang pengeluaran setelah liburan
Perencana keuangan Tatadana Consulting Tejasari Asad menyarankan masyarakat mengecek kembali kondisi keuangan usai liburan.
Menurut dia, penting menghitung ulang pengeluaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan hingga akhir bulan berikutnya.
"Kalau kemarin habis buat liburan, kurangi budget jajan atau senang-senang bulan ini. Jangan lupa tetap nabung dan investasi," ujar Tejasari kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/5).
Ia juga mengingatkan agar pembayaran yang bersifat wajib seperti cicilan tetap menjadi prioritas utama.
2. Susun skala prioritas pengeluaran
Perencana keuangan Andy Nugroho mengatakan kunci utama berhemat setelah libur panjang adalah menyusun skala prioritas pengeluaran.
Senada dengan Tejasari, menurut Andy, urutan pertama adalah kebutuhan yang sifatnya wajib dan tidak bisa ditunda. Contohnya cicilan kendaraan, KPR, kartu kredit, uang sekolah anak, tagihan listrik, hingga air.
"Apapun itu yang bersifat kewajiban buat kita itu harus menjadi prioritas pertama," ujar Andy kepada CNNIndonesia.com.
Setelah itu, ada pengeluaran penting yang masih bisa disesuaikan nominalnya seperti uang makan harian atau biaya transportasi.
Contohnya, biaya makan bisa ditekan tanpa menghilangkan kebutuhan makan itu sendiri. Sementara itu, transportasi bisa dihemat dengan beralih ke kendaraan umum.
Adapun prioritas terakhir adalah pengeluaran yang bersifat hiburan atau kesenangan seperti nongkrong, jajan, hingga menonton bioskop. Menurut Andy, pengeluaran ini yang paling memungkinkan dipangkas sementara waktu.
"Dengan kondisi terbatas, mau enggak mau kita harus mengoptimalkan untuk yang prioritas akhir ini yang kita hemat," ujarnya.
3. Berhemat jangan sampai menyiksa diri
Andy mengingatkan penghematan tetap perlu dilakukan secara realistis. Ia menilai mengurangi pengeluaran bukan berarti harus menurunkan kualitas hidup secara ekstrem.
Contohnya dalam urusan makan, pengeluaran boleh ditekan, tetapi jangan sampai membuat kualitas makanan menjadi tidak layak atau malah tidak makan sama sekali.
Begitu juga dengan transportasi. Pengeluaran bisa dihemat, tetapi tetap perlu mempertimbangkan tenaga dan waktu.
"Misalnya demi berhemat uang transportasi, kita bela-belain jalan kaki ke kantor. Ya hemat sih, cuman kan capek. Misalnya jaraknya terlalu jauh enggak masuk akal. Artinya tenaga dan waktu kita justru makin banyak kebuang dari situ," kata Andy.
4. Manfaatkan daging kurban untuk stok makanan
Jika mendapatkan daging kurban saat Iduladha, itu juga bisa dimanfaatkan sebagai strategi berhemat.
Tejasari menilai daging kurban dapat membantu menekan pengeluaran belanja bahan makanan setidaknya beberapa pekan ke depan.
Daging tersebut bisa diolah menjadi berbagai menu dan dicampur dengan bahan lain agar porsinya lebih banyak.
"Jadi dibuat masakan yang dicampur dengan bahan lain. Contohnya sambel goreng kentang. Jadi daging itu bisa jadi makanan banyak, bisa disimpan untuk beberapa kali makan," ujar Tejasari.
Andy juga menilai cara ini cukup efektif dilakukan saat sedang menekan pengeluaran.
Meski begitu, ia mengingatkan tiap orang punya tingkat kejenuhan berbeda dalam mengonsumsi menu serupa berulang kali.
"Kitanya betah enggak ke depan mengandalkan daging kurban ini? Kuat enggak kita selama beberapa pekan ke depan makannya daging mulu? Kan ada kemungkinan kejenuhan juga," ujar Andry.
5. Mulai menabung untuk libur Iduladha tahun depan
Andy mengatakan kebutuhan saat libur panjang Iduladha sebenarnya bisa diprediksi jauh-jauh hari karena datang setiap tahun.
Oleh karena itu, persiapan keuangan idealnya sudah dilakukan sejak sekarang untuk menghadapi libur Iduladha tahun berikutnya.
"Libur panjang iduladha kan sebenarnya sudah terprediksi ya setahun sekali akan ketahuan tanggalnya dari jauh-jauh hari.
Berarti menyiapkannya dari jauh-jauh hari, bisa mungkin dengan menabung dari sekarang," kata ANdy.
Jika tidak sempat menabung dan pengeluaran terlanjur membesar saat hari H, maka mau tidak mau harus ada pos lain yang dikorbankan. Biasanya yang pertama dikurangi adalah pengeluaran hiburan.
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
2

























