The Strokes Kecam AS-Israel soal Konflik Gaza dan Iran di Coachella

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Senin, 20 Apr 2026 10:00 WIB

The Strokes menutup penampilan pekan kedua Coachella 2026 dengan mengecam AS-Israel soal konflik di Iran dan Gaza. The Strokes menutup penampilan pekan kedua Coachella 2026 dengan mengecam AS-Israel soal konflik di Iran dan Gaza. (Coachella)

Jakarta, CNN Indonesia --

The Strokes menutup penampilan pekan kedua Coachella 2026 dengan pernyataan politik yang tajam. Berbeda dengan pekan pertama, mereka menutup konser pada Sabtu (18/4) waktu AS dengan montase video yang mengecam konflik di Iran dan Gaza.

Selama beberapa menit, sambil diiringi lagu Oblivius yang baru dibawakan lagi di atas panggung setelah vakum sejak 2016, layar LED raksasa di belakang panggung menampilkan isi protes mereka terhadap AS dan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

The Strokes menampilkan cuplikan serangan udara dengan teks besar bertuliskan, "Over 30 universities destroyed in Iran (lebih dari 30 universitas hancur di Iran)."

Ada pula cuplikan penghancuran sebuah gedung di Gaza dengan keterangan "Last university standing in Gaza (Universitas terakhir yang berdiri di Gaza)."

Montase itu tidak berhenti pada isu tersebut. Video itu secara komprehensif mengkritik sejarah intervensi Amerika Serikat di luar negeri selama puluhan tahun.

Penampilan The Strokes pada pekan kedua Coachella 2026, Sabtu (18/4/2026) waktu AS. (Coachella)Penampilan The Strokes pada pekan kedua Coachella 2026, Sabtu (18/4/2026) waktu AS. (Coachella)

Berbagai konflik ditampilkan, mulai dari keterlibatan CIA dalam penggulingan pemerintah di Amerika Latin, seperti kudeta terhadap Salvador Allende di Chili (1973) dan Juan Torres di Bolivia (1976), hingga keterlibatan dalam penggulingan Perdana Menteri Iran Mohammed Mossadegh pada 1953.

Video tersebut juga menyinggung konspirasi mengenai pembunuhan Martin Luther King Jr. dengan mengklaim bahwa pemerintah AS dinyatakan bersalah dalam persidangan sipil 1999.

Hal itu ditampilkan meskipun Departemen Kehakiman AS telah menyatakan tidak ada bukti valid atas vonis juri tersebut pada 2000.

[Gambas:Video CNN]

Reaksi penggemar di media sosial pun beragam. Banyak fan merespons positif di kolom komentar Instagram, berterima kasih karena band tersebut menggunakan panggung besar untuk menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza dan Iran.

Meski demikian, antisipasi akan munculnya kecaman dari pihak pro-Israel maupun kelompok konservatif di AS diperkirakan meningkat seiring dengan tersebarnya klip penampilan tersebut di media sosial.

Meskipun konten politik yang kontroversial sering kali memicu ketegangan dengan penyelenggara festival, Goldenvoice selaku penyelenggara Coachella tampaknya telah mengantisipasi hal itu.

Berbeda dengan insiden grup Kneecap pada 2025 lalu yang terkesan mengejutkan penyelenggara, siaran langsung resmi Coachella di YouTube kali ini justru menyorot secara jelas seluruh tayangan visual The Strokes.

Perbedaan sikap itu, berdasarkan pemberitaan Variety pada Minggu (19/4), seperti mengindikasikan penerimaan atau setidaknya kesiapan festival terhadap pernyataan politik tersebut.

Terlepas dari kritik keras yang disuarakan dari atas panggung festival bergengsi, posisi The Strokes di industri musik tampaknya tidak akan goyah.

Dukungan vokalis Julian Casablancas terhadap Palestina sendiri bukan hal baru, mengingat ia adalah salah satu penandatangan surat sekaligus pernyataan terbuka Musicians for Palestine pada 2021.

Mereka tetap dijadwalkan untuk menjadi penampil utama di festival Just Like Heaven di Pasadena pada Agustus 2026, dengan tim produksi yang sama dengan Coachella.

Penampilan akhir pekan lalu juga menjadi penutup dramatis bagi rangkaian Coachella pekan kedua sebelum band ini memulai tur dunia mereka dari Juni hingga musim gugur mendatang.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial