Tamchy SFIT Resmikan Pusat Bisnis Pertamanya di Tepi Danau Issyk-Kul

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kawasan Investasi Keuangan Khusus Tamchy (Tamchy Special Financial Investment Territory/Tamchy SFIT) di Kirgizstan resmi membuka pusat bisnis pertamanya di tepi Danau Issyk-Kul. Fasilitas ini menjadi penanda dimulainya fase operasional kawasan yang diproyeksikan berkembang sebagai pusat keuangan baru di Asia Tengah.

Pusat bisnis tersebut akan menjadi kantor perusahaan pengelola Tamchy SFIT sekaligus lokasi awal penerimaan perusahaan dan investor. Pembukaan fasilitas ini juga menandai transisi dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan operasional.

Bangunan seluas 3.850 meter persegi itu dilengkapi ruang perkantoran, area kerja bersama (co-working space), aula konferensi multifungsi, dan ruang pertemuan. Dalam beberapa bulan mendatang, restoran dan kafe juga dijadwalkan mulai beroperasi di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Dewan Manajemen Tamchy SFIT sekaligus Menteri Kehakiman Republik Kirgiz, Ayaz Baetov, mengatakan pembukaan pusat bisnis pertama menjadi langkah penting dalam pengembangan kawasan tersebut.

"Tamchy SFIT hadir tepat pada saat dunia bisnis internasional sedang aktif mencari jangkar kepercayaan baru. Pembukaan pusat bisnis pertama kami menandai dimulainya kehidupan operasional yang nyata di wilayah ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Sebelum fasilitas tersebut dibuka, Dewan Manajemen Tamchy SFIT telah membentuk perusahaan pengelola, menyetujui rencana pengembangan kawasan, serta mengadopsi paket regulasi awal untuk mendukung operasional. Saat ini, proses seleksi untuk posisi Ketua dan Hakim pada Pusat Internasional Penyelesaian Sengketa juga masih berlangsung.

Sebagai informasi, kawasan Tamchy SFIT dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Kirgiz Nomor 136 yang diterbitkan pada 10 Juli 2025. Kawasan ini mencakup area sekitar 6.000 hektare di sekitar Danau Issyk-Kul dan dirancang untuk menarik investasi internasional.

Para residen yang beroperasi di kawasan tersebut akan menggunakan prinsip hukum umum Inggris (English common law). Selain itu, mereka juga memperoleh fasilitas berupa tarif pajak nol selama 49 tahun dan hak penuh untuk memulangkan keuntungan ke negara asal.

Menurut Baetov, Tamchy SFIT juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas ekonomi lintas kawasan.

"Kami sedang membangun jembatan keuangan dan logistik antara pasar CIS, Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. Dan hari ini, jembatan tersebut memiliki alamat pertamanya," imbuh dia.

Dalam jangka panjang, Tamchy SFIT menargetkan menjadi salah satu pusat aktivitas bisnis dan investasi di kawasan. Hingga 2035, wilayah ini ditargetkan mampu menampung lebih dari 3.900 perusahaan serta menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja.

(rir)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial