Sidang Baru Kematian Maradona Digelar Hari Ini

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sidang baru kasus kematian legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, akan digelar Selasa (14/4) waktu setempat. Tujuh anggota tim medis didakwa pasal pembunuhan karena kelalaian.

Reuters melaporkan, sebanyak tujuh anggota tim medis Maradona didakwa pasal pembunuhan karena kelalaian, setelah hampir setahun setelah kasus sebelumnya batal digelar.

Maradona meninggal pada 25 November 2020 di usia 60 tahun. Mantan pemain Boca Juniors dan Napoli itu dikabarkan mengalami serangan jatuh dalam proses pemulihan diri dari operasi otak untuk mengangkat gumpalan darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengadilan di San Isidro, dekat Buenos Aires, dijadwalkan mendengar kesaksian dari hampir 100 saksi untuk mengadili tim medis Maradona. Mereka diduga lalai dan menyebabkan juara Piala Dunia 1986 itu meninggal dunia.

Sebelumya tim medis telah membantah dugaan melakukan kesalahan. Para terdakwa adalah psikiater Agustina Cosachov, ahli bedah saraf Leopoldo Luque, psikolog Carlos Angel Diaz, dokter Nancy Edith Forlini, perawat Ricardo Almiron, kepala perawat Mariano Ariel Perroni, dan dokter Pedro Pablo Di Spagna.

Sementara terdakwa kedelapan, perawat Dahiana Madrid, akan diadili dalam persidangan juri terpisah, dengan tanggal yang belum ditentukan.

Persidangan pertama yang digelar pada Maret lalu dinyatakan batal ketika satu dari tiga hakim, Julieta Makintach, mengundurkan diri.

Makintach mundur setelah muncul video yang menunjukkan dirinya diwawancarai kru kamera di gedung pengadilan juga di kantornya sebagai bagian dari film dokumenter. Aktivitas itu dianggap melanggar aturan peradilan.

Agenda persidangan ulang mengharuskan jaksa dan pengacara pembela untuk menilai kembali strategi mereka setelah persidangan pertama menayangkan foto, video, rekaman audio, dan bukti forensik. Sejumlah saksi, termasuk anak-anak Maradona dan mantan istrinya, Claudia Villafane, telah memberikan kesaksian.

Di persidangan awal, jaksa penuntut menilai tim medis telah melanggar protokol perawatan dan rumah tempat Maradona menjalani pemulihan pascaoperasi disebut sebagai "teater horor". Sebab perawatan yang diperlukan justru tidak diberikan.

Pengacara terdakwa membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kematian Maradona tidak dapat dihindari mengingat masalah kesehatan yang sudah lama diderita. Maradona diketahui sudah berjuang selama beberapa dekade melawan kecanduan kokain dan alkohol.

Tuduhan malpraktik sudah muncul sejak 2021 setelah jaksa penuntut menunjuk dewan medis untuk menyelidiki kematian Maradona. Panel tersebut menyimpulkan tim medis bertindak dengan cara yang tidak tepat, kurang tepat, dan ceroboh.

Jika terbukti bersalah, para terdakwa akan menghadapi ancaman hukuman penjara antara delapan hingga 25 tahun.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun/jun)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial