Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.878 per dolar AS pada perdagangan Rabu (3/6) pagi. Mata uang Garuda terkoreksi 39 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang berada di zona merah, dipimpin ringgit Malaysia yang melemah 0,25 persen. Yuan China turut terkoreksi 0,05 persen, sementara peso Filipina turun 0,03 persen.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru menguat. Won Korea Selatan naik 0,11 persen, yen Jepang menguat 0,03 persen, dolar Singapura bertambah 0,02 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, sementara dolar Kanada bergerak stabil terhadap dolar AS.
Sebaliknya, euro Eropa melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,05 persen, dan franc Swiss turun 0,06 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas eskalasi terbaru konflik di Timur Tengah.
"Eskalasi baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap prospek perdamaian dan mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi menekan rupiah terhadap dolar AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/sfr)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3



























