Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.152 per dolar AS pada perdagangan Rabu (22/4) pagi. Mata uang Garuda melemah 65,8 poin atau 0,39 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang berada di zona merah. Yuan China tercatat turun 0,02 persen, peso Filipina melemah 0,28 persen, dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,14 persen.
Namun, sejumlah mata uang Asia lainnya justru menguat. Dolar Singapura naik 0,08 persen, yen Jepang menguat 0,06 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,26 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong tercatat terkoreksi 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,01 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,01 persen. Sedangkan dolar Australia menguat 0,06 persen, diikuti dolar Kanada yang naik 0,01 persen dan franc Swiss yang menguat 0,04 persen.
Analis mata uang Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini seiring sikap pelaku pasar yang cenderung menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas, investor wait and see menantikan hasil RDG BI sore ini. Dari perkembangan eksternal, situasi beragam, walau gencatan senjata AS-Iran diperpanjang, namun Iran menolak untuk kembali berunding," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS.
(lau/pta)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
4

























