Jakarta, CNN Indonesia --
BYD Motor Indonesia mengakui rencana produksi mobil listrik mereka berpotensi mundur dari target awal yang sebelumnya dijadwalkan pada kuartal pertama (Januari-Maret) 2026. Meski demikian, perusahaan memastikan potensi keterlambatan tidak akan jauh dari komitmen yang pernah disampaikan.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menjelaskan secara kesiapan fasilitas, pabrik sebenarnya sudah hampir rampung untuk beroperasi. Namun, kata dia masih ada sejumlah tahapan yang harus dipastikan tuntas sebelum produksi massal mobil listrik BYD dimulai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara situasi saat ini fasilitas itu sudah sangat siap. Dalam hal pertama adalah administrasi saya jelaskan dari sertifikasi. Kami telah memenuhi sertifikasi-sertifikasi mandatori yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menjalankan sebuah fasilitas produksi," ujarnya, Jumat (13/3).
Ia memastikan berbagai izin yang dibutuhkan sudah dikantongi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baik fasilitas SS, WMI, kemudian sertifikasi IKD, dan CKD juga bahkan untuk meng-comply dengan program LCEV. Semuanya kami sudah dapatkan dari kementerian terkait," katanya.
Meski demikian, Luther menyampaikan BYD belum bisa langsung melakukan produksi massal karena harus menjalani tahap akhir pengujian. Fungsinya untuk memastikan kualitas kendaraan sesuai standar global.
Kata dia tahap ini sangat penting agar kendaraan yang lahir dari pabrik dengan nilai investasi Rp11,2 triliun tersebut tak bermasalah.
"Kedua, memang dalam proses produksi ini kami perlu sekali memastikan output itu benar-benar perfect. Kendaraan yang diproduksi itu benar-benar tidak cacat, tidak ada kendala, atau tidak mengalami kecacatan dari sisi produksi sama sekali walaupun di periode yang sangat awal," ungkap dia.
Ia bilang saat ini BYD sedang memasuki tahap pengujian terakhir sebelum produksi resmi dimulai. Jika hasil sudah sempurna, baru kemudian produksi massal mobil BYD di pabrik Subang, Jawa Barat dimulai.
"Nah proses itu membutuhkan sebuah proses yang dinamakan commissioning dan final trial proses. Dan saat ini proses itu kami harus pastikan betul sudah benar-benar siap, baru lakukan roll off," ucapnya.
Terkait target waktu, Luther mengakui sempat menyampaikan produksi akan dimulai pada kuartal pertama tahun ini. Namun dengan waktu yang tersisa, tidak menutup kemungkinan terjadi sedikit penyesuaian jadwal.
"Terkait komitmen kapan, kami pernah mengungkapkan di kuartal 1 betul, dan kami masih mengejar karena sekarang masih belum sampai," kata dia.
"Tapi kalaupun meleset tidak jauh dari komitmen kami," ucap Luther menambahkan.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
1



















