Presiden Suriah Tetapkan Bahasa Kurdi sebagai Bahasa Nasional

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa resmi menetapkan bahasa Kurdi sebagai 'bahasa nasional' pada Jumat (16/1). Penetapan ini menjadi isyarat niat baik pemerintah Suriah terhadap kelompok minoritas.

Melansir AFP, penetapan bersejarah ini dikeluarkan dalam bentuk dekrit. Dekrit ini merupakan pengakuan formal pertama atas hak-hak nasional Kurdi sejak kemerdekaan Suriah pada 1946 silam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dekrit tersebut menyatakan bahwa Kurdi adalah 'bagian penting dan integral' dari Suriah, di mana mereka telah termarjinalkan dan ditindas selama beberapa dekade di bawah penguasa sebelumnya.

Dengan adanya dekrit tersebut, bahasa Kurdi bisa digunakan di sejumlah sekolah minoritas.

Al-Sharaa juga menjadikan tahun baru Kurdi, Nowruz, yang jatuh pada 21 Maret, sebagai hari libur nasional.

Selain itu, Al-Sharaa juga memberikan status kewarganegaraan kepada orang Kurdi. Pasalnya, 20 persen dari mereka telah dicabut status kewarganegaraannya berdasarkan sensus kontroversial tahun 1962.

Al-Sharaa juga meminta bangsa Kurdi untuk ikut berpartisipasi aktif dalam membangun Suriah. Ia juga berjanji untuk menjamin hak-hak bangsa Kurdi.

Dari total 20 juta jiwa populasi di Suriah, sekitar 2 juta di antaranya merupakan orang Kurdi.

Pasukan Demokratik Suriah, yang didukung Amerika Serikat (AS) dan dipimpin Kurdi, menguasai sebagian besar wilayah utara dan timur laut Suriah yang kaya minyak. Sebagian besar di antaranya direbus selama masa perang saudara di Suriah.

Pemerintah Suriah yang dipimpin seorang Islamis kini berupaya memperluas otoritasnya di seluruh negeri setelah penggulingan Bashar al-Assad.

(asr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial