CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 15:30 WIB
Ilustrasi. Kulit bisa menghitam setelah melahirkan, tapi jangan khawatir karena bukan hal yang berbahaya. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah berjuang melahirkan sang buah hati, seorang ibu biasanya akan menghadapi berbagai perubahan fisik. Salah satu yang kerap disadari dan memicu rasa khawatir adalah perubahan warna kulit di area perut yang tampak lebih gelap, bahkan terlihat seperti 'menggosong'.
Kondisi ini tak jarang membuat para ibu baru cemas. Apalagi jika warna gelap tersebut tidak kunjung memudar meski persalinan sudah lewat beberapa bulan. Padahal, perubahan warna kulit setelah kehamilan adalah hal yang sangat lumrah terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip jurnal Linea Nigra: Case Report of a Woman With a Pregnancy-Associated Linear Streak of Cutaneous Hyperpigmentation, kondisi ini dikenal secara medis sebagai postpartum hyperpigmentation atau hiperpigmentasi pascamelahirkan.
Salah satu bentuk yang paling sering dijumpai adalah linea nigra, yaitu garis gelap yang memanjang di area perut. Garis ini biasanya sudah mulai muncul sejak masa kehamilan dan tetap bertahan hingga beberapa bulan setelah melahirkan.
Dipicu amukan hormon
Biang kerok di balik menggelapnya kulit perut ini tidak lain adalah perubahan hormon. Selama masa kehamilan, hormon estrogen, progesteron, dan melanocyte-stimulating hormone (MSH) melonjak tajam.
Lonjakan inilah yang merangsang produksi melanin atau pigmen pemberi warna kulit secara berlebihan. Akibatnya, beberapa area tubuh pun otomatis menggelap, mulai dari perut, puting, areola, lipatan kulit, hingga wajah (chloasma).
Studi tersebut mencatat bahwa kasus linea nigra dialami oleh sekitar 32 hingga 92 persen ibu hamil. Umumnya, garis ini mulai tegas terlihat pada trimester kedua dan memerlukan waktu beberapa bulan setelah persalinan untuk memudar dengan sendirinya.
Selain faktor internal seperti hormon, kondisi ini juga bisa diperparah oleh faktor eksternal, yaitu paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet (UV) dapat memicu kulit memproduksi lebih banyak melanin, sehingga area yang sudah mengalami hiperpigmentasi akan terlihat semakin kontras dan gelap.
Apakah bisa kembali normal?
Kabar baiknya, sebagian besar kasus hiperpigmentasi pascamelahirkan akan memudar secara bertahap seiring kembalinya keseimbangan hormon tubuh.
Melansir dari Parents terkait postpartum skin pigmentation, warna kulit yang menggelap ini biasanya mulai membaik dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan setelah melahirkan. Namun, pada beberapa kasus, warnanya memang bisa bertahan lebih lama atau tidak hilang sepenuhnya secara total.
Untuk membantu mempercepat proses meratanya kembali warna kulit, Anda bisa mencoba beberapa langkah perawatan berikut:
• Gunakan tabir surya: Selalu aplikasikan sunscreen dengan minimal SPF 30 untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
• Batasi kontak matahari: Kurangi aktivitas luar ruangan yang terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama.
• Jaga Hidrasi: Pastikan kulit tetap lembap dengan menggunakan pelembap yang aman untuk ibu menyusui.
• Gunakan bahan aktif yang aman: Anda bisa memilih produk perawatan kulit yang mengandung niacinamide, vitamin C, azelaic acid, atau alpha hydroxy acid (AHA) setelah berkonsultasi dengan dokter.
Satu hal yang perlu diingat, perubahan warna kulit pascamelahirkan ini sama sekali bukan kondisi yang berbahaya. Ini adalah bentuk adaptasi alami tubuh Anda setelah melewati fase kehamilan yang luar biasa.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

1 day ago
1


























