Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelontorkan Rp281,6 triliun untuk subsidi sepanjang 2025.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan angka itu setara dengan 91,4 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp307,93 triliun.
"Di sini meliputi subsidi energi maupun non-energi. Kalau subsidi energi tentu sangat dipengaruhi berbagai macam harga komoditas maupun kurs, maupun volume subsidinya. Sementara untuk yang non-energi seperti pupuk telah dilakukan penyederhanaan regulasi supaya pupuk bisa cepat sampai ke masyarakat yang dibutuhkan," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia merinci realisasi subsidi BBM sebanyak 18.979,3 ribu kilo liter, lebih tinggi 4,7 persen dari realisasi pada 2024 sebanyak 18.121,9 ribu kilo liter. Lalu, LPG 3 Kg realisasinya 8.544,9 juta kg, lebih tinggi 3,9 persen dari realisasi pada tahun sebelumnya yang sebanyak 8.226,5 juta kg.
Listrik bersubsidi diberikan kepada 42,8 juta pelanggan, lebih tinggi 2,6 persen dari realisasi pada 2024 sebanyak 41,7 juta pelanggan.
Sementara itu, pupuk bersubsidi realisasinya sudah sebanyak 8,1 juta ton sepanjang 205, naik hingga 12,1 persen dibanding 2024 yang sebanyak 7,2 juta ton.
Selanjutnya, subsidi perumahan sebanyak 278,9 ribu unit rumah, naik 39,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 200 ribu unit rumah.
"Ini adalah bentuk keberpihakan kita dalam memastikan APBN memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Suahasil.
(fby/sfr)

17 hours ago
3

























