Para Pemain 'Banting Tulang' Demi Tampil Total di Para Perasuk

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 10 Mar 2026 17:00 WIB

Para pemeran film Para Perasuk membagikan pengalaman kerja keras mereka selama proses persiapan hingga syuting berlangsung. Para pemeran film Para Perasuk membagikan pengalaman kerja keras mereka selama proses persiapan hingga syuting berlangsung. (CNN Indonesia/Gisella)

Jakarta, CNN Indonesia --

Para pemeran film Para Perasuk membagikan pengalaman kerja keras mereka selama proses persiapan hingga syuting berlangsung, mulai dari latihan fisik yang intens sampai pendalaman emosi.

Maudy Ayunda yang memerankan karakter Laksmi mengungkapkan ia harus latihan selama dua bulan bersama koreografer khusus untuk adegan kerasukan. Hal itu dilakukan demi memastikan gerakan tubuh terlihat natural tanpa perlu jeda berpikir di depan kamera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa akhirnya dilatih setiap hari, walaupun gerakannya tuh sama, itu-itu saja," kata Maudy saat jumpa media di Jakarta Selatan pada Senin (9/3).

"Supaya aku sudah tidak berpikir lagi dan itu tuh udah gerakan yang senatural mungkin. Sebenarnya aku justru berusaha untuk mengosongkan (pikiran). Benar-benar kosong. Karena justru kalau diisi apapun itu... terlihat, takutnya (berpikirnya) Mas," lanjutnya.

Bagi Maudy, proyek ini merupakan babak baru dalam karier beraktingnya. Setelah sempat mengambil jeda dari layar lebar, ia mengaku kini menggunakan pendekatan yang lebih intuitif dalam memilih peran.

Ia mengaku dalam menelaah tawaran peran tersebut, ia selalu bertanya kepada dirinya sendiri apakah karakter yang diajukan memang menggugah dirinya untuk mengeksplorasi lebih karakter itu.

"Jadi, kayaknya ini project pertama yang benar-benar prosesnya itu intuitif," kata Maudy Ayunda.

Tantangan fisik serupa juga dihadapi oleh Angga Yunanda yang berperan sebagai Bayu. Ia menjalani latihan intensif selama tiga bulan untuk mengasah fleksibilitas tubuh guna kebutuhan adegan spesifik.

Latihan fisik yang dijalani Angga bertujuan agar dirinya bisa bergerak sefleksibel mungkin tanpa menggunakan kaki sebagai tumpuan.

Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan yang positif dari para kritikus.Maudy Ayunda yang memerankan karakter Laksmi mengungkapkan ia harus latihan selama dua bulan bersama koreografer khusus untuk adegan kerasukan. (dok. Rekata Studio/KG Media/Masih Belajar Project via IMDb)

"Jadi, saya harus menggunakan otot inti (core) seluruh tubuh, layaknya pergerakan lintah yang memang tidak memiliki kaki. Saya baru menyadari bahwa ternyata saya bisa menjadi sangat fleksibel. Sebelumnya, saya merasa tidak fleksibel sama sekali," kata Angga Yunanda.

Sementara itu, Bryan Domani yang kerap berperan sebagai karakter karismatik kali ini memainkan sosok Anto yang terkesan angkuh di Desa Lantas.

"Aku sih ngelihatnya si, Ananto tuh nggak songong kok. Cuma nggak ada filter aja orangnya. Orangnya ya, kalau kamu kurang, cupu, dibilang cupu aja. Dengan niat, sebenarnya dia enggak ada niat untuk kayak menjatuhkan kamu atau apa, tapi kayak, ya itu kenyataannya," jelas Bryan.

Chicco Kurniawan yang memerankan tokoh Pawit mengaku sempat kesulitan saat pertama kali membedah naskah. Ia akhirnya memilih untuk menyederhanakan cara berpikir karakternya agar lebih organik.

"Tentu saja, baca skrip kamu (Wregas) itu susah banget, Mas. Beneran, enggak kebayang apa pun soalnya pas baca," kata Chicco.

"Yang aku dapetin malah enggak mau sekompleks itu si Pawit-nya. Malahan pengen jadi orang yang simple-minded aja. Karena enggak banyak space juga. Enggak banyak tahu, enggak banyak mau,"

Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan yang positif dari para kritikus.Para Perasuk mengisahkan kehidupan warga Desa Latas yang memiliki tradisi unik bernama Pesta Sambetan, sebuah ritual kerasukan roh binatang untuk masuk ke alam halusinasi yang indah. (dok. Rekata Studio/KG Media/Masih Belajar Project via IMDb)

Di sisi lain, aktor senior Indra Birowo dan Anggun C. Sasmi membawa pengalaman personal ke dalam peran mereka. Indra, yang berperan sebagai Bapak Bayu, menggunakan memori kegagalan di masa lalu untuk memicu emosinya.

Sedangkan Anggun C. Sasmi mengenang sosok almarhum ayahnya, Darto Singo Wijoyo, sebagai inspirasi dalam memerankan karakter guru. Ia mengadaptasi cara sang ayah mendidiknya melalui ketegasan kata-kata.

Para Perasuk mengisahkan kehidupan warga Desa Latas yang memiliki tradisi unik bernama Pesta Sambetan, sebuah ritual kerasukan roh binatang untuk masuk ke alam halusinasi yang indah.

Namun, tradisi mereka terancam oleh rencana sebuah perusahaan besar yang ingin menggusur mata air keramat tempat persemayaman para roh untuk membangun kawasan industri.

Menghadapi situasi ini, Guru Asri merencanakan Pesta Sambetan besar-besaran sebagai upaya mengumpulkan dana guna membeli kembali lahan tersebut.

Film ini akan menjadi debut akting layar lebar bagi penyanyi internasional Anggun C. Sasmi. Selain Anggun, Para Perasuk dibintangi Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo

Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan yang positif dari para kritikus.

Para Perasuk tayang 23 April di Bioskop Indonesia.

[Gambas:Youtube]

(gis/end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial