Pakistan Usul Gelar Mediasi AS-Iran di Islamabad Pekan Ini

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan dikabarkan mengusulkan untuk menjadi mediator Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Dua pejabat mengatakan kepada Financial Times bahwa Pakistan menyarankan agar perundingan kedua negara digelar di Islamabad pekan ini.

Menurut dua sumber yang mengetahui percakapan diplomatik Pakistan dengan AS-Iran, panglima militer Pakistan Asim Munir telah bicara dengan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (22/3) mengenai usulan mediasi ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif bicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin (23/3) lalu.

Pakistan berupaya menggunakan hubungannya yang erat dengan Iran serta hubungannya yang hangat dengan Trump untuk menenangkan perang kedua negara di Timur Tengah.

Perang AS-Israel vs Iran terus memanas sejak pecah pada 28 Februari.

Biasanya, mediasi antara AS dan Iran dilakukan oleh Oman dan Qatar. Namun, para pejabat Timur Tengah mengatakan tak ada momentum untuk mendudukkan kembali AS-Iran sejak perang meletus di tengah negosiasi yang berjalan.

Menurut dua sumber Pakistan, para pejabat senior Islamabad berusaha menyalurkan diam-diam komunikasi antara Teheran dan Washington agar perang usai.

Dalam pertemuan di Riyadh, Arab Saudi, pekan lalu, Pakistan mengaku kepada negara Arab-Muslim bahwa pihaknya memimpin upaya mediasi untuk AS dan Iran.

Pakistan adalah salah satu dari sedikit sekutu AS yang terhindar dari rudal dan drone Iran. Menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut, fakta itu telah membantu Pakistan memperkuat posisinya sebagai penengah netral antara Iran dan AS.

Pakistan memiliki populasi Muslim Syiah terbesar kedua setelah Iran. Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyebut Pakistan dalam pesan tertulisnya ketika memperingati awal tahun baru Iran.

Pakistan juga memiliki hubungan dekat dengan negara Teluk. Islambad rentan terhadap dampak konflik AS-Israel vs Iran karena sangat bergantung pada impor minyak dan gas negara-negara tersebut.

Senada dengan Financial Times, Reuters juga melaporkan seorang pejabat Pakistan mengatakan negosiasi langsung antara AS dan Iran dapat digelar di Islamabad paling cepat pekan ini.

Pejabat tersebut mengatakan Wakil Presiden AS JD Vance, serta utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, diperkirakan hadir bertemu para pejabat Iran.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa ada percakapan telepon antara Trump dengan Munir pada Minggu lalu. Kementerian Luar Negeri Pakistan sementara itu menyatakan siap menjadi tuan rumah untuk pembicaraan damai.

"Jika pihak-pihak terkait menginginkannya, Islamabad selalu bersedia menjadi tuan rumah perundingan. Islamabad secara konsisten mendukung dialog dan diplomasi untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi kepada Reuters, Selasa (24/3).

(blq/sfr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial