OJK Ungkap Pengaruh Pengumuman MSCI ke Pasar Saham Indonesia

15 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ungkap pengaruh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal penyesuaian (rebalancing) saham-saham RI dalam indeks terhadap pasar saham Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi atau Kiki menilai akan ada konsekuensi pelemahan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, dampak pengumuman MSCI terhadap pasar saham Indonesia tidak akan berkepanjangan atau hanya bersifat jangka pendek.

Kiki menuturkan otoritas pasar modal RI sudah melakukan sejumlah perbaikan, termasuk soal transparansi yang menjadi sorotan MSCI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik, karena kan saya udah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya. Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai shorterm pain, tapi insya Allah long term gain," kata Kiki di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5).

Di sisi lain, ia memastikan reformasi transparansi yang dilakukan otoritas akan memperbaiki fundamental pasar modal. Bos OJK itu optimis pasar modal Indonesia akan tumbuh lebih baik ke depannya.

"Jadi, kalau kita mau lakukan perbaikan, itu supaya kita kan melakukan perbaikan fundamental," imbuhnya.

Menjelang pengumuman MSCI, Kiki memastikan tidak terdapat penambahan saham baru asal Indonesia dalam peninjauan indeks MSCI kali ini. Malahan, ia menyebut ada kemungkinan beberapa saham Indonesia justru dikeluarkan dari indeks tersebut.

"Besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka sudah bilang meng-freeze kan. Jadi, enggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar," pungkasnya.

Pagi ini (13/5), MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk MSCI Equity Indexes.

Dalam penyesuaian (rebalancing) terbaru, 19 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks. Seluruh perubahan akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Dari total 19 saham yang ditendang MSCI, sebanyak 6 saham didepak dari MSCI Global Standard Index, kemudian 13 saham dicoret dari SCI Global Small Cap Index.

Dalam MSCI Global Standard Index terbaru, tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk sebagai konstituen anyar. Dari 6 yang dicoret tersebut, ada tiga emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Berikut daftar 6 saham Indonesia yang dihapus dari MSCI Global Standard Index:

1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Meski didepak dari MSCI Global Standard Index, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tidak sepenuhnya keluar dari ekosistem indeks MSCI. Raksasa ritel dengan merek Alfamart tersebut turun kelas ke MSCI Global Small Cap Index.

Berikut daftar 13 saham RI yang dihapus dari MSCI Global Small Cap Index:

1. Aneka Tambang (ANTM)
2. Astra Agro Lestari (AALI)
3. Bank Aladin Syariah (BANK)
4. Bumi Serpong Damai (BSDE)
5. Dharma Satya Nusantara (DSNG)
6. Industri Jamu Farmasi Sido Muncul (SIDO)
7. Midi Utama Indonesia (MIDI)
8. Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)
9. MNC Digital Entertainment (MSIN)
10. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM)
11. Pacific Strategic Financial (APIC)
12. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)
13. Triputra Agro Persada (TAPG).

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial