Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota Steering Committee Global Sumud Flotilla (GSF) sekaligus koordinator Global Peace Convoy Indonesia, Maimun Herawati, ada satu negara yang memiliki banyak andil membantu pemulangan sembilan WNI relawan GSF yang diculik Israel.
Negara itu, kata Maimun, adalah Turki. Ia mengatakan Turki sampai mengirim tiga pesawat untuk membebaskan sekitar puluhan relawan GSF lain ditahan Israel dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maimun memaparkan semula, Turki hanya mengirim satu pesawat untuk memulangkan 90 relawan GSF asal Turki. Ia pun sempat meminta Ankara untuk turut memasukkan sembilan WNI dalam pesawat itu.
"Tapi kami steering committee berpikir lagi, bagus kalau semua dimasukkan ke Istanbul, jadi tidak terpisah-pisah ke Yordania dan Mesir," kata Maimun kepada wartawan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, tangerang, Banten, bersama 9 WNI relawan GSF yang sempat diculik pada Minggu (24/5) sore.
"Makanya Turki bersedia mengirimkan tiga pesawat, alhamdulillah. Sehingga di situ saya merasa bahwasanya Turki behind the scene banyak membantu, terutama hotel di malam pertama pada saat teman-teman sudah turun, medical check-up, dan seterusnya," ucapnya menambahkan.
Maimun lebih lanjut menuturkan pihaknya saat ini tengah berupaya membangun dan membawa kasus penyiksaan yang dialami para relawan GSH yang ditawan Israel ke pengadilan.
Menurutnya, sejauh ini sudah ada 35 permintaan penangkapan kepada tentara IDF dan pejabat Israel terkait perlakuan terhadap para relawan GSF.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga turut hadir menyambut kedatangan rombongan WNI relawan GSF tersebut.
Sugiono menuturkan terima kasih atas kerja sama dan koordinasi dari semua pihak yang telah bekerja keras mengupayakan pembebasan para WNI dari otoritas Israel.
"Terima kasih kepada bapak Presiden atas arahannya ,kepada para anggota Komisi I DPR RI, Global Sumud Flotilla, untuk Global Peace Convoy Indonesia, khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, Mesir, yang telah membantu. Khususnya pemerintah Turki yang membantu penjemputan sodara-sodara kita dari Ashdod (Israel)," ucap Sugiono.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pesawat yang mengangkut kesembilan WNI mendarat sekitar pukul 16.00 WIB di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Sembilan WNI tersebut sebelumnya ditangkap pasukan Israel di perairan internasional saat ikut berlayar dalam armada Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade Israel.
Israel kemudian membawa relawan yang ditangkap ke Pelabuhan Ashdod untuk diproses di pusat penahanan Israel.
Berdasarkan pengakuan sejumlah WNI yang dibagikan aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi, relawan GSF disiksa selama berada di tahanan. Mereka ditendang, diinjak, hingga disetrum oleh pasukan Negeri Zionis.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
6

























