CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 11:30 WIB
Ilustrasi. Kanker timus merupakan jenis kanker langka di kelenjar timus, organ kecil yang terletak di belakang tulang dada dan tepat di atas jantung. (iStockphoto/Nerthuz)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kanker timus merupakan jenis kanker langka yang bermula dari kelenjar timus, organ kecil yang terletak di belakang tulang dada dan tepat di atas jantung.
Meski ukurannya kecil, timus memegang peran penting dalam sistem kekebalan tubuh, terutama dalam pembentukan sel darah putih jenis T-limfosit (T cell) yang berfungsi melawan infeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanker timus terjadi ketika sel-sel di kelenjar timus tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Secara umum, kanker ini terbagi menjadi dua jenis utama, yakni timoma dan karsinoma timus.
Perbedaan timoma dan karsinoma timus
Timoma dan karsinoma timus sama-sama berasal dari sel epitel timus sehingga kerap disebut sebagai thymic epithelial tumors (TETs). Meski berasal dari tempat yang sama, keduanya memiliki karakter yang berbeda.
Timoma umumnya tumbuh lambat dan jarang menyebar ke luar kelenjar timus. Sementara itu, karsinoma timus bersifat lebih agresif, tumbuh lebih cepat, dan lebih berisiko menyebar ke organ lain.
Perbedaan sifat ini berpengaruh pada pengobatan dan prognosis pasien. Timoma biasanya memiliki peluang kesembuhan yang lebih baik dibandingkan thymic carcinoma.
Siapa yang berisiko terkena?
Kanker timus paling sering ditemukan pada orang dewasa usia 40 hingga 75 tahun. Meski dapat terjadi pada siapa saja, kasus ini tergolong sangat jarang. Di Amerika Serikat, misalnya, jumlah penderitanya diperkirakan hanya sekitar 400 orang per tahun.
Hingga kini, belum ditemukan faktor risiko genetik maupun lingkungan yang secara pasti menyebabkan kanker timus.
Penelitian masih terus dilakukan untuk melihat kemungkinan kaitannya dengan infeksi virus, faktor keturunan, atau kanker jenis lain.
Gejala kanker timus
Pada tahap awal, kanker timus sering kali tidak menimbulkan gejala. Keluhan biasanya muncul ketika tumor mulai menekan organ-organ di dalam dada.
Mengutip dari Cleveland Clinic, gejala yang dapat dirasakan antara lain:
- Nyeri atau rasa tertekan di dada
- Batuk yang tak kunjung sembuh
- Sesak napas
- Sulit menelan
Dalam kondisi tertentu, tumor dapat menekan pembuluh darah besar (vena cava) yang membawa darah ke jantung.
Kondisi ini dikenal sebagai superior vena cava syndrome, dengan gejala seperti pembengkakan wajah dan leher, pusing, sakit kepala, hingga pembuluh darah yang tampak menonjol di tubuh bagian atas.
Selain itu, timoma kerap dikaitkan dengan gangguan autoimun atau paraneoplastic sindrom, yaitu kondisi ketika sistem imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Gangguan yang paling sering muncul meliputi:
- Miastenia gravis, ditandai dengan kelemahan otot
- Anemia akibat gangguan produksi sel darah merah
- Mudah terinfeksi karena rendahnya antibodi dalam tubuh
Kanker timus diklasifikasikan ke dalam beberapa stadium berdasarkan ukuran tumor dan penyebarannya. Semakin tinggi stadium, semakin luas penyebaran kanker.
Stadium awal menunjukkan kanker masih terbatas di timus, sedangkan stadium lanjut menandakan kanker telah menyebar ke organ lain.
Pengobatan kanker timus bergantung pada jenis kanker dan stadium penyakit. Beberapa metode yang dapat dilakukan meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi target dan imunoterapi, uji klinis.
Meski demikian, peluang kesembuhan sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien, termasuk usia, stadium kanker, dan respons terhadap pengobatan.
(nga/fef)

18 hours ago
4

























