KPPU Soroti Harga Minyak Goreng Curah di Medan Dijual Rp21 Ribu per Kg

5 hours ago 2

Medan, CNN Indonesia --

Harga minyak goreng curah di sejumlah pasar tradisional Kota Medan, Sumatra Utara masih bertahan tinggi hingga menembus Rp21 ribu per kilogram (kg).

Angka tersebut berada sekitar 29 persen hingga 35 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.500 per kilogram.

Kepala Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Ridho Pamungkas mengatakan temuan tersebut berdasarkan pemantauan harga bahan pokok (bapok) yang dilakukan KPPU di dua pasar tradisional Kota Medan, yaitu Pasar Sei Sikambing dan Pasar Petisah pada Senin (25/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KPPU mencatat harga minyak goreng curah berada pada kisaran Rp20.000 per kilogram hingga Rp21 ribu per kilogram. Temuan tersebut juga sejalan dengan data Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan yang menunjukkan harga minyak goreng curah Rp20.400 per kg dan relatif stabil dalam sepekan terakhir," ujarnya, Selasa (26/5) lalu.

Ridho menyebutkan tingginya harga minyak goreng curah perlu mendapat perhatian serius karena telah bertahan dalam periode tertentu, berbeda dengan komoditas lain yang cenderung berfluktuasi akibat faktor musiman.

"Harga minyak goreng curah justru bertahan tinggi secara relatif stabil di atas harga acuan. Kondisi ini perlu dicermati, terutama dari sisi efisiensi rantai pasok dan distribusi di tingkat hilir," ujar Ridho.

Tak hanya itu, tambah Ridho, minyak goreng kemasan Minyakita di pasar tradisional Medan juga mengalami lonjakan sebesar Rp19 ribu - Rp20 ribu per liter. Sementara itu, HET Minyakita sendiri sebesar Rp15.700 per liter.

"Untuk Minyakita kalau di dalam pasar tradisional sesuai HET dijual Rp15.700-Rp16.000 per liter. Sedangkan yang di luar pasar dan bukan mitra Bulog atau ID Food, dijual sebesar Rp19 ribu - Rp20 ribu per liter. Sebenarnya yang di luar pasar juga tidak boleh jual Minyakita di atas HET," ujarnya.

KPPU juga mencermati adanya tekanan harga pada cabai merah keriting. Berdasarkan hasil survei lapangan, cabai merah keriting dijual pada kisaran Rp60 ribu per kg di Pasar Sei Sikambing dan Rp70 ribu per kg di Pasar Petisah, atau berada di atas HAP sebesar Rp55 ribu per kg.

"Sedangkan data PIHPS Bank Indonesia Kota Medan menunjukkan bahwa harga cabai merah mengalami kenaikan tajam dalam sepekan terakhir, dari kisaran Rp31.500/kg pada 18 Mei 2026 menjadi Rp64.300/kg pada 25 Mei 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga cabai merah bukan bersifat insidental pada satu pasar tertentu, melainkan mencerminkan tekanan pasokan hortikultura yang lebih luas," ungkapnya

Berbeda dengan cabai merah yang mengalami lonjakan harga jangka pendek, tingginya harga minyak goreng curah yang bertahan dalam periode tertentu menunjukkan perlunya perhatian terhadap efisiensi rantai pasok dan struktur distribusi di tingkat hilir.

"Kami mencermati dua pola yang berbeda, yakni lonjakan harga cabai merah yang lebih mencerminkan tekanan pasokan jangka pendek, serta harga minyak goreng curah yang bertahan tinggi secara relatif stabil di atas harga acuan," ujar Ridho.

Ridho menambahkan, dari perspektif persaingan usaha, tingginya harga suatu komoditas tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran. Namun, KPPU menilai penting untuk memastikan bahwa struktur distribusi dan rantai pasok tetap berjalan sehat, efisien, dan tidak menimbulkan distorsi pasar.

"KPPU akan terus mencermati perkembangan harga dan pola distribusi, khususnya pada komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan dan daya beli masyarakat. Kenaikan harga harus benar-benar berasal dari faktor fundamental pasar, seperti pasokan, logistik, atau faktor musiman, bukan karena hambatan distribusi maupun struktur pasar yang tidak efisien," tambahnya.

Secara umum, KPPU menilai kondisi harga bahan pokok di Kota Medan masih tergolong stabil. Mayoritas komoditas utama seperti beras, telur ayam, daging sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan gula pasir terpantau dalam kondisi pasokan cukup dengan distribusi yang berjalan normal.

"Hasil survei menunjukkan bahwa secara umum harga bahan pokok di Kota Medan masih relatif stabil, dengan mayoritas komoditas berada dalam kondisi pasokan tetap, ketersediaan cukup, dan distribusi berjalan normal melalui distributor," sebutnya.

Temuan lapangan tersebut, lanjut Ridho juga menunjukkan bahwa sebagian besar harga komoditas utama masih sejalan dengan tren harga yang tercatat dalam Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia Kota Medan selama sepekan terakhir.

"Beberapa komoditas seperti beras, telur ayam, daging sapi, daging ayam, bawang putih, bawang merah, dan gula pasir terpantau relatif stabil dan tidak menunjukkan pergerakan harga yang signifikan," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]

(fnr/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial