Kata Menhut soal Peluang Brasil Bawa Kematian Juliana Marins ke Jalur Hukum

17 hours ago 8

Jakarta -

Menhut Raja Juli Antoni menanggapi keluarga Juliana Marins dan pemerintah Brasil yang membuka peluang menempuh jalur hukum setelah Juliana tewas jatuh di Gunung Rinjani, NTB. Raja Juli mengatakan jalur hukum yang akan ditempuh pemerintah Brasil ataupun keluarga korban merupakan sebagai hak.

"Kalau memang, betul saya belum cek ya, apakah memang ada tuntutan hukum, ya tentu itu sebagai hak ya," kata Raja Juli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

"Dan kita akan coba pertanggungjawabkan dengan apa yang memang kita lakukan," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raja Juli menyampaikan keprihatinannya mengenai insiden yang terjadi kepada Juliana. Politikus PSI itu berjanji akan memperbaiki SOP atau aturan pendakian di Gunung Rinjani.

"Sekali lagi kami berdukacita, ya, kalau ada ruang yang salah, kami minta maaf ya, kami akan perbaiki," ujarnya.

Raja Juli lantas menyinggung para relawan yang turut membantu. Raja Juli menyebutkan para relawan itu bahkan tidak digaji.

"Relawan nggak ada gajinya. Bahkan mereka sedang menyabung nyawa sendiri," ujarnya.

"Ada tadi mengatakan, ada equipment katanya, tuh, tempat pemegangnya tuh, udah longgar karena sering dipakai. Kepeleset sedikit mereka hilang. Tapi sekali lagi ya, mudah-mudahan ini jadi pelajaran untuk semua pihak," imbuh dia.

Diketahui, pemerintah Brasil melalui Kantor Pembela Umum Federal (DPU) membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum internasional terkait kematian tragis Juliana Marins, saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok.

DPU pada Senin (30/6) mengajukan permintaan resmi kepada Kepolisian Federal (PF) untuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dari otoritas Indonesia dalam insiden tersebut.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, Brasil tidak menutup kemungkinan akan membawa kasus ini ke forum internasional seperti Komisi Antar-Amerika untuk Hak Asasi Manusia (IACHR).

Autopsi ulang terhadap jenazah Juliana, seperti dilansir oleh media lokal Brasil, O Globo dan Folha de S Paulo, Rabu, diminta oleh pihak keluarga, yang kemudian dikabulkan oleh pengadilan federal Brasil.

Laporan O Globo, yang mengutip keterangan Emirates, menyebutkan jenazah Juliana yang meninggal di usia 26 tahun ini tiba di Bandara Internasional Guarulhos, Sao Paulo, pada Selasa (1/7) sore, sekitar pukul 17.10 waktu setempat. Dari Sao Paulo, jenazah Juliana dibawa ke Rio de Janeiro dengan pesawat Angkatan Udara Brasil.

Berdasarkan kesepakatan antara kantor Kejaksaan Agung, Kantor Pembela Umum (DPU), dan pemerintah Rio de Janeiro, autopsi ulang terhadap jenazah Juliana akan dilakukan pada Rabu (2/7) pagi waktu setempat.

"Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Brasil di Jakarta didasarkan pada autopsi yang dilakukan oleh otoritas Indonesia, tetapi tidak memberikan informasi konklusif mengenai waktu pasti kematian," demikian pernyataan dari DPU Rio de Janeiro.

Simak Video: SOP Pengamanan Pendakian Akan Dievaluasi Total!

(amw/rfs)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial