Jimmy Kimmel 'Goreng' Trump soal Bahan Bakar Imbas AS vs Iran

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Sabtu, 14 Mar 2026 16:50 WIB

Jimmy Kimmel mengecam Presiden AS Donald Trump karena gaslighting opini publik warga Amerika tentang bahan bakar. Jimmy Kimmel mengecam Presiden AS Donald Trump karena gaslighting opini publik warga Amerika tentang bahan bakar. (ABC via YouTube)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jimmy Kimmel mengecam Presiden AS Donald Trump karena gaslighting opini publik warga Amerika tentang bahan bakar. Tak hanya itu, ia juga menyebut Trump dengan panggilan "mantan narapidana."

Komedian acara larut malam itu mengkritik Trump atas kenaikan harga bahan bakar di tengah perang AS dengan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga bensin naik setiap hari selama 11 hari terakhir," kata Kimmel dalam episode Jimmy Kimmel Live, Kamis (12/3). "Tapi presiden kita, 'Mantan Narapidana Mobile,' mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

Ia kemudian membagikan salah satu unggahan Truth Social terbaru Trump, yang sebagian isinya berbunyi tentang AS adalah produsen minyak terbesar di dunia, perang dengan Iran yang disebut "kekaisaran jahat" demi menghentikan senjata nuklir.

Kimmel kemudian membalas dengan banyak berkomentar tentang klaim politisi dan mantan bintang reality show tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Benar, dia 'menghentikan' kekaisaran jahat itu," kata Kimmel.

"Dia benar-benar presiden terbodoh sepanjang masa. Dia mengatakan ketika harga minyak naik, kita menghasilkan banyak uang."

"Mungkin Anda dan teman-teman Anda memang menghasilkan banyak uang, tetapi kita tidak menghasilkan banyak uang! Kita hanya membayar lebih mahal untuk bensin ketika harga minyak naik!"

Pembawa acara itu kemudian melanjutkan kritik dengan janji kampanye Trump akan menurunkan harga bahan bakar hingga di bawah US$2.

"Anda tahu, Anda sering mendengar istilah gaslighting, tetapi jarang ketika menyangkut gas yang sebenarnya."

Kimmel mencatat bahwa kenaikan harga di SPBU tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih buruk bagi warga Amerika.

"Menurut survei baru, sepertiga warga Amerika mengatakan mereka melewatkan makan atau mengurangi pengeluaran untuk utilitas seperti pemanas untuk membayar biaya premi perawatan kesehatan mereka yang meningkat," kata Kimmel.

"Yang membuat saya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan rencana perawatan kesehatan yang diumumkan Trump dua bulan lalu. Ingat rencana perawatan kesehatan hebat yang dia umumkan? Itu menghilang bersamaan dengan invasi kita ke Greenland. Mereka begitu saja pergi."

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial