Iran Resmi Larang Ekspor Baja Gegara Agresi AS-Israel

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran resmi melarang ekspor produk baja setelah sektor industrinya terdampak serangan udara dalam konflik dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini diumumkan otoritas bea cukai dan mulai berlaku sejak 26 April.

Mengutip AFP, Rabu (29/4), media lokal melaporkan larangan tersebut mencakup berbagai produk seperti slab, lembaran, dan strip baja.

Baja merupakan komoditas strategis bagi Iran karena digunakan dalam berbagai sektor industri hingga militer. Material ini juga berperan penting dalam produksi rudal, drone, dan kapal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel sebelumnya mengklaim serangan udaranya telah menghancurkan sebagian besar kapasitas produksi baja Iran. Serangan itu dilakukan beberapa hari sebelum gencatan senjata yang berlaku pada 8 April.

Menurut klaim Israel, sekitar 70 persen kapasitas produksi baja Iran hancur akibat serangan tersebut. Selain industri baja, fasilitas petrokimia dan infrastruktur transportasi juga menjadi sasaran.

Kerusakan ini diperkirakan berdampak jangka panjang terhadap perekonomian Iran. Kondisi ekonomi negara itu sebelumnya sudah tertekan akibat sanksi internasional dengan tingkat inflasi mendekati 50 persen.

Tekanan ekonomi tersebut turut memicu gejolak sosial di dalam negeri. Pelemahan nilai tukar rial dan lonjakan harga menjadi salah satu pemicu protes besar di awal tahun.

Sejak perang pecah pada 28 Februari, tekanan ekonomi disebut semakin meningkat. Sejumlah warga Iran yang berbicara kepada jurnalis AFP menyebut lapangan kerja semakin sulit dan harga kebutuhan pokok terus naik.

Dampak konflik juga meluas ke tingkat global melalui gangguan pasokan energi. Iran menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi rute utama distribusi minyak, gas, dan pupuk dunia.

Penutupan jalur tersebut memicu lonjakan harga komoditas di pasar internasional. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat dengan cepat mengguncang ekonomi global.

[Gambas:Youtube]

(ldy/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial