Ini Bagian Ka'bah yang Memiliki Keutamaan saat Disentuh

5 hours ago 1

CNN Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 15:15 WIB

Menyentuh Ka'bah saat tawaf menjadi momen yang diimpikan banyak jemaah haji dan umrah. Tapi, tak semua bagian Ka'bah punya keutamaan saat disentuh. Ilustrasi. Menyentuh Ka'bah saat tawaf menjadi momen yang diimpikan banyak jemaah haji dan umrah. (AFP PHOTO / Bandar Al-DANDANI)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Menyentuh Ka'bah saat tawaf menjadi momen yang diimpikan banyak jemaah haji dan umrah.

Banyaknya orang yang mengelilingi Baitullah, tak sedikit jemaah rela berdesakan demi bisa menyentuh atau mencium bagian tertentu dari Ka'bah karena dianggap memiliki keutamaan dalam Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, tidak semua bagian Ka'bah memiliki anjuran khusus untuk disentuh. Dalam ajaran Islam, hanya beberapa bagian yang memang dicontohkan Rasulullah SAW saat tawaf.

Berikut merupakan bagian Ka'bah yang memiliki keutamaan untuk disentuh atau didekati saat tawaf.

1. Hajar Aswad

Mengutip dari Labbaik Hajj Umrah, Hajar Aswad menjadi bagian paling utama yang ingin disentuh jemaah saat tawaf. Batu hitam yang berada di sudut timur Ka'bah ini menjadi titik awal dan akhir putaran tawaf.

Rasulullah SAW diketahui mencium Hajar Aswad saat tawaf. Oleh karena itu, mencium atau mengusap Hajar Aswad termasuk sunah.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Umar bin Khattab berkata:

"Sungguh aku tahu engkau hanyalah batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah SAW menciummu, aku pun enggan menciummu."

Jika kondisi sangat padat, jemaah cukup memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir tanpa harus memaksakan diri mendekat.

2. Rukun Yamani

Rukun Yamani merupakan sudut Ka'bah yang berada sebelum Hajar Aswad. Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW disebut mengusap Rukun Yamani saat tawaf.

Namun, berbeda dengan Hajar Aswad, bagian ini tidak dianjurkan untuk dicium. Mengusap Rukun Yamani termasuk sunah apabila memungkinkan dilakukan tanpa menyakiti jemaah lain.

Menurut Ibnu Umar, menyentuh Rukun Yamani dan Hajar Aswad bisa menghapuskan berbagai kesalahan. Namun, Jabir bin Zaid mengingatkan agar jemaah haji dan umrah menghindari berdesak-desakan untuk mencapainya.

3. Multazam

Multazam adalah area di antara pintu Ka'bah dan Hajar Aswad. Tempat ini sering menjadi lokasi jemaah berdoa sambil menempelkan dada, tangan, atau wajah ke dinding Ka'bah karena diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa.

Mengutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Imam Syafi'i mengatakan:

"Dan aku menyukai bagi orang yang hendak berpisah meninggalkan Baitullah (tawaf wada') agar ia berdiri di Multazam, yaitu tempat yang berada di antara rukun (Hajar Aswad) dan pintu Ka'bah."

Rasulullah SAW sendiri lebih banyak menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani saat tawaf. Seperti dinukil dari NU Online, diriwayatkan dalam HR Muslim:

"Aku tidak pernah meninggalkan meraba kedua sudut ini, yaitu sudut Yamani dan sudut Hajar Aswad, sejak aku melihat Rasulullah AS mengusapnya, baik dalam keadaan sempit (kesulitan) maupun dalam keadaan lapang (longgar)."

Oleh karena itu, jemaah diimbau tidak meyakini bahwa semua bagian Ka'bah memiliki keutamaan yang sama.

Di tengah padatnya jamaah, terutama saat musim haji, menyentuh Ka'bah tetap merupakan amalan sunah yang tidak perlu dipaksakan.

Menjaga keselamatan diri dan tidak menyakiti jemaah lain lebih diutamakan dibanding memaksakan diri berdesakan demi menyentuh dinding Ka'bah.

Banner Microsite Haji 2026

(nga/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial