CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 10:00 WIB
Gading Marten mengabarkan dirinya dan Medina Gina yang liburan ke Eropa terkena imbas Perang Iran vs Israel-Amerika Serikat.: (Screenshot dari Instagram @gadiiing )
Jakarta, CNN Indonesia --
Gading Marten mengabarkan dirinya dan Medina Gina yang liburan ke Eropa terkena imbas Perang Iran vs Israel-Amerika Serikat yang membuat seluruh penerbangan melewati kawasan Teluk Persia dibatalkan.
Dengan begitu, pasangan kekasih ini masih terjebak di Paris, Prancis, hingga terakhir dilihat di media sosialnya pada Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada unggahan di Instagram Story yang kini sudah terhapus, Gading Marten mengungkapkan dirinya mendapat banyak pertanyaan soal kondisinya di Eropa.
"Emang ya cuma di text 'Ding, are you okay? Gimana pulangnya?' Senang dan terharu punya teman-teman kayak begitu," katanya dalam tangkapan layar yang diberitakan detikHot pada Selasa (3/3).
"Well memang belum bisa pulang, jadi mencari jalan lain dari kota lain dan pesawat lain untuk pulang. Makasih ya guys. Doakan aman-aman saja dan kembali ke Jakarta soon, buat teman-teman yang senasib lagi traveling stay safe ya," lanjutnya.
Meski begitu, Gading Marten mengatakan dirinya bertemu sejumlah mahasiswa dan diaspora Indonesia di Paris. Bahkan Gading juga menyempatkan makan makanan Indonesia di Paris yang membuatnya merasa seperti di rumah.
AS dan Israel meluncurkan serangan bersama pada 28 Februari. Imbas bombardir ini, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas. Pada hari yang sama Iran langsung meluncurkan serangan balasan. Namun, saat itu mereka belum mengonfirmasi kematian Khamenei.
Keesokan harinya atau pada 1 Maret 2026, Iran baru mengumumkan kematian Khamenei. Pasukan Garda Revolusi Islam membalas dengan menggempur Israel dan aset militer AS di Timur Tengah.
Sejumlah lokasi pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, Qatar, Irak, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab ikut kena serangan rudal balasan dari Iran. Perang itu menyebabkan berbagai penerbangan dan bandara di kawasan tersebut ditutup.
CNN menyebut pada Kamis (5/3), banyak penerbangan telah meninggalkan bandara di negara-negara Teluk Persia yang bersahabat dengan AS, termasuk kota Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.
Meski begitu, situasinya masih belum pasti dan para pelancong diimbau untuk memantau sistem peringatan pemerintah dan menghubungi maskapai penerbangan mereka.
Pembatalan yang terus berlanjut telah menambah kompleksitas situasi bagi para pelancong yang terjebak di wilayah tersebut.
Langit di atas UEA, Qatar, Kuwait, Israel, Bahrain, Irak, dan Yordania hampir kosong pada Rabu (4/3) pagi, seperti yang ditunjukkan pada peta oleh situs pelacakan penerbangan Flightradar24.
Hampir 2.000 penerbangan telah dibatalkan pada Rabu sore waktu UEA, menambah ribuan penerbangan internasional yang telah dibatalkan sejak Minggu, menurut data dari FlightAware.com.
Di luar wilayah tersebut, maskapai penerbangan lain terus mengubah rute atau membatalkan penerbangan yang dijadwalkan terbang di dekat zona konflik.
(end)

1 hour ago
1





























