Heboh, Bocah Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan Diduga Kelalaian Orang Tua

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Selasa, 02 Jun 2026 09:45 WIB

Atraksi gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Atraksi gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jagat media sosial dihebohkan oleh rekaman video yang memperlihatkan seorang anak kecil terjatuh ke dalam parit pembatas kandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Beruntung, nyawa anak tersebut berhasil diselamatkan setelah sang ayah dan sejumlah pengunjung bertindak sigap melakukan evakuasi.

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus perekam video, insiden menegangkan tersebut terjadi pada Selasa (26/5). Dalam video yang beredar luas pada akhir Mei 2026, bocah perempuan berpakaian merah itu terlihat sudah berada di dalam area parit landai yang memisahkan area pengunjung dengan ruang gerak gajah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat situasi kritis tersebut, beberapa orang dewasa di sekitar lokasi langsung berinisiatif memanjat pagar pembatas luar. Mereka mengulurkan tangan guna menarik bocah tersebut kembali ke jalur steril wisatawan.

Nilta, saksi mata sekaligus orang pertama yang mengunggah video tersebut ke media sosial, mengonfirmasi bahwa insiden itu langsung disadari oleh pihak keluarga korban.

"Kondisi anaknya tidak apa-apa, yang menolong itu bapaknya sendiri. Kejadiannya tidak lama, karena begitu terperosok langsung ketahuan dan langsung berusaha diangkat ke atas," ujar Nilta saat dikonfirmasi, seperti dilansir Detik, Senin (1/6).

Merespons viralnya video tersebut, Pejabat Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menyayangkan insiden tersebut.

Pihaknya mengaku tidak menerima laporan resmi secara langsung dari petugas lapangan saat peristiwa itu berlangsung, sehingga detail kronologi formal sempat tidak tercatat.

Setelah menganalisis rekaman video yang beredar, Bambang memastikan adanya pelanggaran prosedur keselamatan yang dilakukan oleh pengunjung di lokasi kejadian.

"Berdasarkan bukti visual yang ada, terlihat jelas bahwa pengunjung telah melanggar regulasi dengan melewati batas pagar pengaman yang telah disediakan di area kandang satwa," jelas Bambang.

Manajemen Ragunan juga menyoroti indikasi terkait situasi membahayakan justru dimanfaatkan untuk dokumentasi demi popularitas di media sosial. Pihak pengelola melihat ada kejanggalan dari sikap tenang sang perekam video saat peristiwa berlangsung.

[Gambas:Video 20detik]

"Terdapat indikasi bahwa satwa maupun situasi tersebut dijadikan bahan candaan atau konten oleh pengunjung. Hal itu tercermin dari sikap yang bersangkutan yang tidak menunjukkan rasa panik sama sekali dan tetap fokus melakukan perekaman terhadap peristiwa berbahaya tersebut," ucap Bambang, mengutip Detik.

Bambang menambahkan, faktor utama penyebab insiden ini adalah longgarnya pengawasan orang tua saat mendampingi anak-anak mereka di area rekreasi.

Ia menegaskan bahwa manajemen TMR pada dasarnya telah memasang infrastruktur pagar pembatas yang kokoh dan menyebarkan berbagai papan imbauan keselamatan di titik-titik strategis. Rangkaian fasilitas itu bertujuan mengingatkan masyarakat agar tidak melampaui zona aman demi keselamatan bersama, baik manusia maupun satwa koleksi.

Pascakejadian ini, otoritas Taman Margasatwa Ragunan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengawasan oleh petugas di lapangan guna mengantisipasi kejadian serupa kembali terulang di kemudian hari.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial