Jakarta, CNN Indonesia --
Gabungan Pengusaha Haji, Umrah, dan Wisata Halal Nusantara (Gaphura) merespons rencana kenaikan tiket pesawat maskapai terkait dengan kenaikan harga avtur dan pelbagai unsur lainnya.
Gaphura menyatakan sebelumnya Lion Air telah menyatakan secara resmi pada biro travel soal rencana kenaikan harga pesawat. Menurut organisasi itu, kenaikan itu bisa menjalar ke maskapai lainnya.
Berdasarkan website Pertamina yang dikutip Rabu (6/5), harga Avtur untuk penerbangan domestik di CGK tercatat sebesar Rp27.357 per liter, naik dari sebelumnya Rp23.551 per liter di April 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk harga avtur pada maskapai penerbangan Internasional tercatat naik dari sebesar US$133,8 per liter di April menjadi US$162,9 per liter pada Mei ini.
"Hal ini sangat disayangkan dikarenakan kenaikan ini diterapkan bahkan untuk existing booking yang mana para travel telah membayar DP kepada maskapai dan mengeluarkan harga kepada calon jamaah umrah, sehingga perlu adanya penyesuaian yang memberatkan para calon jamaah umrah," demikian Gaphura dalam rilisnya, Rabu (13/5).
Organisasi itu menyatakan pihaknya mengadakan rapat darurat dan mengumpulkan aspirasi dari Forum-forum seperti FKS Jabar.
"Dari rapat ini disimpulkan kenaikan harga maskapai dinilai tidak wajar dan tidak berempati pada jamaah," tegas mereka.
Gaphura menegaskan beberapa biro travel menyatakan ada pembatalan keberangkatan jamaah naik hingga 50 persen dan juga beberapa lainnya telah menarik pesanan mereka hingga lebih dari 450 kursi untuk musim depan.
"Harapan kami dalam waktu dekat ini untuk dapat berkoordinasi langsung dengan maskapai bersama-sama dengan Kemenhub dan Kemenhaj agar dapat menemukan solusi yang terbaik untuk dapat melindungi jemaah," tegasnya.
(asa)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
2




























