Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan program magang nasional akan berlanjut tahun ini. Kuota yang dibuka mencapai 150 ribu dengan pembayaran gaji ditanggung penuh oleh pemerintah.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan kuota tahun ini jumlahnya bertambah 50 persen dari 2025. Besaran jumlah sasaran ini bahkan telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Alhamdulillah arahan Bapak Presiden untuk tahun 2026 kita sudah bisa siapkan pelaksanaan magang untuk sebanyak 150 ribu orang. Jadi alhamdulillah, yang tahun lalu 100 ribu dan sekarang 150 ribu," ujar Yassierli di Kantornya, Selasa (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pembukaan program magang 2026 akan segera dimulai. Saat ini, Kemnaker tengah menyiapkan timeline sembari berkoordinasi dengan perusahaan.
"Prosesnya itu tentu mulai dari kita koordinasi dengan perusahaan-perusahaan. Kita buka kesempatan pertama perusahaan untuk mem-posting lowongan. Kemudian lowongan-lowongan yang ada itu kita verifikasi, baru kemudian adik-adik peserta magang memilih," jelasnya.
Kemnaker menargetkan magang nasional batch I 2026 dimulai pada Juli mendatang, dengan target 50 ribu peserta. Kemudian di batch 2 nanti 50 ribu peserta, kemudian batch 3 juga 50 ribu peserta.
"Semoga ini menjadi satu kabar baik buat para fresh graduate lulusan satu tahun terakhir, dan ini nanti kita akan buka lagi batch kedua, batch ketiga, dengan total nanti 150 ribu orang," imbuhnya.
Yassierli menegaskan untuk tahun ini, skema program magang nasional 100 persen masih dibiayai oleh pemerintah. Rencana patungan pemberian gaji bersama pengusaha belum akan diterapkan.
"Iya, belum ada sharing. Untuk uang sakunya sama, sebesar upah minimum dari masing-masing lokasi tempat magang. Jadi apakah ada upah minimum kota/kabupaten atau upah minimum provinsi. Khusus untuk Jakarta upah minimum provinsi, kalau yang lain upah minimum kota/kabupaten," terangnya.
Dalam kesempatan ini, ia mengungkap survei yang dilakukan oleh Kemenaker ke pelaku usaha. Hasilnya, 35 persen dari peserta magang nasional ditawari pekerjaan tetap oleh perusahaan.
"Kita juga mendapatkan hasil evaluasi batch satu, ada sekitar 35 persen adik-adik magang kita itu ditawari untuk bekerja di tempat magang," pungkasnya.
(ldy/pta)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
3




























