Jakarta, CNN Indonesia --
Debutan final pentas Eropa, SC Freiburg, akan menantang 'tim lawas', Aston Villa pada final Liga Europa 2025/2026 di Stadion Besiktas Park, Kamis (21/5) dini hari WIB. Siapa bakal berjaya?
Aston Villa dan Freiburg sejatinya merupakan tim sepak bola tua dengan usia lebih dari satu abad. Namun di panggung Eropa, The Villans lebih digdaya. Ini bukan pertama kalinya mereka menapak partai puncak pentas benua.
Namun terakhir momen itu terjadi sangat lama, lebih dari 44 tahun silam. Aston Villa pernah jadi juara European Cup 1981/1982 sebelum berganti nama Liga Champions seperti saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selepas itu Aston Villa biasa jadi peramai di kompetisi Eropa bahkan lebih sering tampil di kasta kedua bertajuk UEFA Cup atau Europa League. Bahkan tim berbasis di Birmingham itu juga sempat absen 13 tahun di level antarklub Eropa sejak 2010 sebelum tampil di Conference League 2023/2024.
Peningkatan performa di Premier League sekaligus mengerek Aston Villa dalam lingkup kontinental. Musim lalu mereka lolos Liga Champions bahkan menembus perempat final. Kini, peluang Aston Villa meraih trofi Eropa pertama sejak empat dekade sudah di depan mata.
Ekspektasi otomatis mengarah ke tim asuhan Unai Emery. Terlebih juru taktik asal Spanyol itu dijuluki 'Mr. Europa League' karena dari lima final Liga Europa, empat di antaranya berbuah trofi juara.
Emery mempersembahkan tiga gelar Europa League ke lemari Sevilla dan satu untuk Villareal. Satu-satunya final gagal adalah kala mengomandoi Arsenal pada final Liga Europa 2018/2019.
Artinya, Aston Villa bakal jadi tim Inggris pertama pegangan Emery ke podium juara Liga Europa. Sejarah The Villans di panggung Eropa plus rekam jejak Emery jadi faktor timnya bakal jadi favorit.
Namun tentu Freiburg tak ingin jadi pajangan final belaka. Mencapai laga puncak artinya tim itu punya kombinasi kualitas dan konsistensi. Plus tanpa embel-embel pernah juara ini dan itu, tim besutan Julian Schuster itu bisa main lebih lepas.
Freiburg di Europa League 2025/2026 adalah wujud Kuda Hitam sesungguhnya. Dalam fase awal mereka lolos ke babak 16 besar karena finis di peringkat ketujuh. Kemenangan di tahap itu juga didapat tanpa pesta gol.
Namun pada babak 16 besar, Christian Gunter dan kawan-kawan menggila. Jumlah gol di tiga partai fase gugur (15) signifikan dibandingkan delapan laga di fase liga (10).
Daya ledak ini wajib diwaspadai Aston Villa. Bukan tak mungkin mereka dibuat merana.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
3

























