Fakta-fakta Anggota TNI Diduga Tewas Ditembak Sesama Prajurit

5 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang Anggota TNI menjadi perhatian usai tewas diduga ditembak sesama personel militer di Palembang, Sumatra Selatan.

Korban yang meninggal yakni Pratu F (23) dan terduga yang melakukan penembakan berinisial R (23 tahun). F bertugas di Datasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Palembang.

Denkesyah merupakan bagian dari Kesehatan Daerah Militer (Kesdam) di bawah jajaran Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad) TNI AD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu (16/5) dini hari tepatnya pukul 02.40 WIB.

Berikut fakta-fakta anggota TNI ditembak sesama prajurit

Lokasi Kejadian di Kafe

Kapolsek IB I Palembang Kompol Fauzi Saleh membenarkan peristiwa tersebut dan membeberkan lokasi insiden.

"Benar ada kejadian keributan semalam di Kafe Panhead, korban ada yang meninggal dunia," ujar Fauzi.

Keributan antar personel militer itu diduga karena salah paham saat berjoget di kafe. Pratu F dan R kemudian cekcok hingga berujung perkelahian.

Saat itu, pelaku diduga mengeluarkan senjata api yang dibawa dan melepas satu kali tembakan ke arah korban.

Luka di Bagian Perut

Imbas tembakan itu, Pratu F mengalami luka di bagian perut sebelah kanan.

Dia kemudian dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa F tak tertolong.

TNI Lakukan Investigasi

Kodam II/Sriwijaya memastikan penanganan insiden itu dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.

"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," kata Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania.

Ia menyebut Denpom 2/IV Palembang masih menyelidiki insiden itu mencakup pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah hingga pengumpulan barang bukti.

TNI, lanjut Yordania, juga berkoordinasi dengan Polda Sumatra Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

Keluarga Buka Buara

Adik F, Faraditha (19), mengaku sangat terpukul atas meninggalnya sang kakak.

Keluarga, kata dia, meminta pelaku yang diduga menembak korban hingga meninggal dunia untuk diproses secara tegas.

"Kami meminta pelaku dihukum seberat - beratnya dan dipecat dari TNI," ujar Faraditha.

(ans/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial