Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan takkan ada pergantian nama sekolah akibat program Sekolah Manusia Unggul (Maung).
Lewat unggahan di Instagram-nya @dedimulyadi71, ia menjelaskan Maung itu hanya istilah belaka.
"Jadi sekolahnya tetap SMA 3 Bandung, SMA 5 Bandung, itu, dan nanti di tempat lain mungkin kan ada SMA Negeri 1 Purwakarta, SMA Negeri 1 Subang, SMA Negeri 1 Indramayu. Nanti tidak ada perubahan istilah SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung Bandung, enggak ada istilah begitu," kata KDM dalam unggahannya, Minggu (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KDM menjelaskan Maung merupakan akronim dari Manusia Unggul, sebagai pengganti kalimat favorit yang merekrut siswa berdasarkan jalur akademik maupun jalur non-akademik.
Terpisah, Dinas Pendidikan Jawa Barat menegaskan program Sekolah Maung tidak akan mengubah nama sekolah-sekolah negeri yang ditunjuk sebagai pusat pendidikan unggulan.
SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung hingga SMA favorit lain di Jawa Barat dipastikan tetap memakai nama lama.
"Sekolah Maung itu kan program, jadi itu namanya nanti tetap, bahwa SMA 5 itu tetap, SMA 3, kemudian SMA 1 Purwakarta, SMA 1 Garut misalnya namanya tetap seperti itu, tapi nanti mereka akan dikasih nama, bahwa mereka adalah sekolah penyelenggara sekolah maung," kata Kepala Disdik Jabar Purwanto, Sabtu (16/5).
KDM tengah menggagas program Sekolah Manusia Unggul (Maung). Program ini dirancang secara khusus untuk menampung siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Transformasi pendidikan ini rencananya akan melibatkan puluhan sekolah yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jabar yang dijadwalkan mulai diresmikan pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Sekolah Maung dirancang sebagai lembaga pendidikan dengan jurusan-jurusan strategis yang dibutuhkan di masa depan. KDM menyebutkan, setidaknya akan ada enam jurusan yang disiapkan, yakni teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan.
"Dengan enam jurusan. Satu, jurusan teknologi informasi. Dua, jurusan otomotif. Yang ketiga jurusan pertanian. Yang keempat jurusan olahraga. Yang kelima jurusan elektro. Yang keenam, jurusan kelautan," jelasnya.
Terkait pembiayaan, KDM berharap pembangunan Sekolah Maung dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.
Meski begitu, ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran dan siap mengeksekusi pembangunan sekolah tersebut.
"Ya, siapa tahu ada rezeki. Tiba-tiba 'Pak Gubernur sini ini Rp1,5 triliun bayar karena jalannya bagus, sekolahnya bagus'," kata KDM.
Selain pembangunan sekolah, KDM juga merencanakan peningkatan fasilitas pendukung di sekitar lingkungan sekolah.Perbaikan itu meliputi pembangunan trotoar, taman, halte, hingga penerangan jalan di ruas jalan provinsi yang berada di depan sekolah-sekolah.
(mnf/gil)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
4




























