Daftar Fenomena Langit April 2026: Pink Moon Hingga Hujan Meteor

5 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah fenomena akan menghiasi langit selama bulan April, mulai dari Pink Moon hingga hujan meteor Lyrids. Simak daftar lengkapnya.

Beberapa fenomena langit yang terjadi pada April dapat dinikmati dengan mata telanjang, tetapi beberapa fenomena lain perlu dilihat dengan bantuan alat seperti teropong atau teleskop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk dapat menikmati fenomena-fenomena ini, kita perlu memastikan langit malam sedang cerah, tak tertutup awan tebal atau bahkan hujan, serta jauh dari polusi cahaya perkotaan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar fenomena astronomi yang akan menyapa langit pada April:

Pink Moon

Bulan akan berada di sisi Bumi yang berlawanan dengan Matahari, dan permukaannya akan sepenuhnya diterangi dan menampakkan purnama pada 2 April.

Dalam astronomi, Bulan Purnama merujuk pada waktu yang spesifik, namun bagi pengamat di Bumi, Bulan tampak purnama selama sekitar satu hari sebelum dan sesudah momen tersebut.

Fenomena "Pink Moon" sendiri bukan berarti Bulan akan menjadi berwarna merah muda.

Bulan Purnama ini dikenal oleh suku-suku asli Amerika pada masa lalu sebagai "Pink Moon" karena menandai munculnya bunga moss pink, atau wild ground phlox, yang merupakan salah satu bunga musim semi pertama.

Bulan ini juga dikenal dengan sebutan "Sprouting Grass Moon", "Growing Moon", dan "Egg Moon". Banyak suku pesisir menyebutnya "Bulan Ikan" karena pada masa inilah ikan shad berenang ke hulu untuk bertelur.

Merkurius di elongasi barat

Planet Merkurius mencapai elongasi barat maksimum sebesar 27,8 derajat dari Matahari pada 3 April. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Merkurius karena planet tersebut akan berada pada titik tertinggi di atas cakrawala di langit pagi.

Planet tersebut dapat ditemukan di bagian bawah langit timur sesaat sebelum Matahari terbit.

Hujan Meteor Lyrids

Puncak hujan meteor Lyrids akan terjadi pada 22-23 April. Lyrids adalah hujan meteor dengan intensitas sedang, yang biasanya menghasilkan sekitar 20 meteor per jam pada puncaknya.

Hujan meteor ini disebabkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C/1861 G1 Thatcher, yang ditemukan pada 1861. Hujan meteor ini terjadi setiap tahun pada tanggal 16-25 April. Puncaknya tahun ini terjadi pada malam hari tanggal 22 dan dini hari tanggal 23.

Meteor-meteor ini terkadang dapat menghasilkan jejak debu yang terang dan bertahan selama beberapa detik. Bulan kuartal pertama akan terbenam tak lama setelah tengah malam, sehingga langit akan gelap dan pertunjukan ini diprediksi akan sangat memukau.

Waktu terbaik untuk mengamati adalah dari lokasi yang gelap setelah tengah malam. Meteor-meteor akan tampak berasal dari rasi bintang Lyra, namun dapat muncul di mana saja di langit.

Misi Artemis 2

Meski bukan fenomena langit, misi Artemis 2 menjadi salah satu momen yang bisa disaksikan pecinta astronomi pada April.

Pada Desember 2022, misi uji coba tanpa awak Artemis 1 mendarat di Bumi setelah berhasil menyelesaikan perjalanan ke dan mengelilingi Bulan. Misi tersebut melakukan dua kali terbang melintas di dekat Bulan dan memasuki orbit Bulan.

Artemis 2 direncanakan meluncur pada 1 April 2026 dan menjadi langkah lanjutan dalam program Artemis yang ambisius.

Misi Artemis sendiri bertujuan untuk mengembalikan manusia ke Bulan, membangun stasiun luar angkasa di orbit Bulan, dan meletakkan dasar untuk mengirim manusia ke Mars.

Artemis 2 belum akan membawa manusia kembali ke Bulan, tetapi misi ini akan melibatkan penerbangan berawak melampaui Bulan, yang akan membawa manusia ke jarak terjauh yang pernah dicapai di luar angkasa. Kru misi ini terdiri dari astronaut berpenghargaan Christina Koch, Victor Glover, Jeremy Hansen, dan Reid Wiseman.

Setelah diluncurkan dengan roket Space Launch System, awak akan menerbangkan modul Orion sejauh 8.889 kilometer melewati Bulan, melakukan terbang melintas di dekat Bulan, dan kembali ke Bumi.

Berlangsung selama delapan hingga sepuluh hari, misi ini bertujuan untuk mengumpulkan data berharga mengenai modul Orion, termasuk seberapa efektif sistem pendukung kehidupannya.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial