CNN Indonesia
Sabtu, 30 Mei 2026 06:59 WIB
Stasiun Kereta Api Timur Chongqing, terbesar di dunia, menawarkan integrasi transportasi canggih dan desain futuristik, menarik perhatian global dan wisatawan. (Foto: Getty Images/onlyyouqj)
Jakarta, CNN Indonesia --
China memiliki stasiun terbesar di dunia yang berlokasi di kota megapolitan Chongqing. Stasiun Kereta Api Timur Chongqing (Chongqing East Railway Station) menyabet predikat tersebut karena memiliki luas 1,22 juta meter persegi atau setara 170 lapangan sepak bola standar internasional.
Megaproyek yang menelan investasi fantastis sebesar US$7,8 miliar (sekitar Rp138,8 triliun) ini menyedot perhatian global setelah CEO Tesla dan Space X, Elon Musk, mengunggah video kekagumannya di media sosial X yang langsung ditonton lebih dari 56 juta kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Xinhua, stasiun raksasa ini mempunyai desain vertikal yang terdiri dari delapan lantai. Keunggulan utama stasiun ini adalah fungsinya sebagai hub transportasi komprehensif "empat dimensi".
Dalam satu kompleks bangunan, penumpang dapat berpindah moda transportasi secara instan tanpa perlu keluar gedung. Integrasi itu meliputi Jalur Kereta Cepat Antarkota (High-Speed Rail), Jaringan Kereta Bawah Tanah (Metro/Subway), Terminal Bus Dalam Kota & Bus Antarkota Jarak Jauh, dan Alokasi Khusus Armada Taksi dan Kendaraan Daring.
Pada jam-jam sibuk, arsitektur ini dirancang mampu menampung dan melayani pergerakan hingga 16 ribu penumpang setiap jam. Infrastruktur ini ditopang oleh 29 peron (platform) jalur keberangkatan serta 15 jalur rel kereta aktif.
Dilansir dari VN Express, Stasiun Kereta Api Timur Chongqing beroperasi penuh sejak Juni tahun lalu. Stasiun ini dibuka bersama jalur kereta cepat koridor Chongqing Timur-Qianjiang, yang merupakan bagian dari jaringan kereta cepat Chongqing-Xiamen.
Jalur rel didesain khusus untuk mendukung operasional kereta peluru dengan kecepatan super tinggi hingga 350 kilometer per jam. Stasiun ini menghubungkan wilayah barat daya China ke berbagai pusat ekonomi dan wisata utama seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Xi'an.
Stasiun Kereta Api Timur Chongqing juga telah mengadopsi sistem manajemen digital berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem pemandu arah pintar (intelligent guidance), serta atap kaca raksasa dengan desain hemat energi untuk memaksimalkan pencahayaan alami di dalam ruang tunggu (waiting hall).
Kehadiran stasiun ini semakin memperkuat daya tarik pariwisata Chongqing yang telah lama dikenal sebagai megacity bernuansa "cyberpunk" karena topografi pegunungan "8D" ekstremnya, di mana gedung-gedung tinggi, jalan layang berlapis, dan kereta monorel tampak saling menembus apartemen.
Kota tempat lahir kuliner Sichuan Hotpot dengan cita rasa mala ini tahun ini diperkirakan mengalami ledakan arus wisatawan domestik dan internasional berkat kemudahan akses dari stasiun ini.
(blq/dmi)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
1

























