Jakarta, CNN Indonesia --
Perum Bulog memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor tetap terjaga menjelang Ramadan.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pemerintah telah menginstruksikan agar stok bantuan pangan disiapkan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan daerah terdampak.
"Terkait penyaluran beras bantuan Bulog di daerah bencana, sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Menteri Pertanian serta Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman), Bulog menstokkan tiga kali lipat dari kebutuhan masing-masing kabupaten, kota, maupun provinsi," ujar Rizal dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Jumat (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut kebijakan tersebut ditempuh untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak bencana tetap terlayani secara optimal.
"Itu untuk meyakinkan bahwa seluruh masyarakat yang terdapat bencana dapat terlayani stok beras Bulog dengan optimal," lanjutnya.
Rizal merinci penyaluran bantuan pangan difokuskan di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Provinsi Aceh, Bulog mengelola stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 64.889 ton dan minyak goreng 307.220 liter.
Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran bantuan meliputi 12.561 ton CBP bencana alam, 154 ton Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), bantuan pangan beras 8.922 ton, serta minyak goreng 1.784 kiloliter. Penyaluran diprioritaskan ke wilayah yang sempat terisolir seperti Bener Meriah dan Takengon.
Di Sumatra Utara, Bulog mencatat stok CBP sebesar 17.904 ton dan minyak goreng 284.588 liter. Bantuan yang telah disalurkan terdiri atas 5.098 ton CBP bencana alam, 57 ton CPPD, bantuan pangan beras 15.212 ton, serta minyak goreng 3.042 kiloliter.
Penyaluran di wilayah ini relatif lebih lancar karena dampak bencana dinilai tidak seberat Aceh.
Sementara itu di Sumatra Barat, stok CBP tercatat 5.508 ton dengan ketersediaan minyak goreng 15.928 kiloliter.
Hingga awal Januari, Bulog telah menyalurkan 1.069 ton CBP bencana alam, 160 ton CPPD, bantuan pangan beras 6.795 ton, serta minyak goreng 1.359 kiloliter. Bulog juga menyiapkan tambahan pasokan beras sekitar 30 ribu ton yang dalam perjalanan menuju Padang.
Selain bantuan pangan, Rizal menegaskan Bulog juga menyiapkan pasokan jangka menengah dengan meningkatkan target pengadaan beras pada 2026.
"Rencana penyerapan beras Bulog di tahun 2026 ditargetkan 4 juta ton, lebih tinggi dari tahun lalu yang 3 juta ton," jelas Ahmad.
Untuk semester I-2026, Bulog menargetkan penyerapan sekitar 3 juta hingga 3,2 juta ton gabah setara beras seiring puncak musim panen.
"Kami yakinkan Bulog siap menyerap gabah atau beras petani semaksimal mungkin, sepanjang dipanen pada usia panen yang tepat," ujar Rizal.
Bulog juga menilai tingginya stok perlu diimbangi dengan penyaluran yang aktif, baik melalui bantuan pangan, penanganan bencana, maupun beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
"Dengan sirkulasi yang berkelanjutan, kualitas beras di gudang tetap terjaga dan layak dikonsumsi," kata Rizal.
(del/sfr)

13 hours ago
2




























