Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) resmi menjadi bank dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi internasional ISO 56001:2024 Innovation Management System (IMS), yakni standar global terbaru untuk sistem manajemen inovasi.
ISO 56001:2024 merupakan standar global yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk memastikan kemampuan sebuah organisasi dalam mengelola inovasi secara sistematis, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Standar ini menekankan penguatan kepemimpinan, tata kelola, budaya organisasi, serta kesinambungan proses inovasi sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk menjadikan inovasi sebagai kapabilitas inti yang dikelola secara terarah dan bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ISO 56001:2024 menjadi fondasi penting bagi BSI dalam memastikan bahwa inovasi dikembangkan secara sistematis, selaras dengan strategi perusahaan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Bagi kami, inovasi adalah bagian dari amanah untuk terus memberikan layanan terbaik dan membangun kepercayaan nasabah," kata Arief.
Sertifikasi ini diraih setelah BSI merampungkan proses audit eksternal yang komprehensif oleh TÜV NORD Indonesia pada Maret 2026. Selain memenuhi aspek administratif, raihan ini juga mewujudkan komitmen BSI dalam menginternalisasi inovasi sebagai kapabilitas strategis perusahaan.
Di tengah era pemanfaatan data, digitalisasi layanan, dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat di industri perbankan, BSI memastikan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada kecepatan dan efisiensi, tetapi juga dikelola melalui kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan akuntabel guna menjamin keamanan serta kenyamanan nasabah.
Penerapan IMS berbasis ISO 56001:2024 ini mendorong BSI membangun pengelolaan inovasi secara end-to-end, mulai dari penyelarasan dengan strategi perusahaan, pengelolaan portofolio inovasi, pengembangan ide dan solusi, hingga pengukuran kinerja serta realisasi nilai.
Pendekatan yang terstruktur ini menjadi kunci untuk memastikan setiap inovasi produk maupun proses bisnis senantiasa relevan dengan kebutuhan lebih dari 23 juta nasabah BSI, sekaligus tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian dan nilai-nilai syariah.
Direktur PT TÜV NORD Indonesia, Gde Bayu Wicaksana dalam kegiatan penyerahan sertifikat ISO 56001:2024 menilai bahwa capaian BSI ini memiliki makna strategis, yaitu kematangan kerangka manajemen inovasi.
"BSI secara resmi menjadi perusahaan dan bank pertama di Indonesia yang menerapkan dan tersertifikasi ISO 56001:2024 Innovation Management System. Hal ini menunjukkan bahwa BSI telah memiliki kerangka manajemen inovasi yang matang, terstruktur, dan terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan, sejalan dengan praktik terbaik internasional," ujar Gde Bayu.
Sebagai first mover dalam penerapan standar manajemen inovasi global di industri perbankan nasional, raihan ini memperkuat kredibilitas BSI di mata nasabah, regulator, investor, serta mitra strategis di tingkat domestik maupun internasional.
Dengan fondasi sistem manajemen inovasi yang telah terstandardisasi secara global, BSI optimistis dapat terus memperluas jangkauan layanan dengan menghadirkan solusi keuangan syariah yang relevan untuk masa depan, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan seiring kepercayaan publik yang semakin kuat.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
2


























