CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 21:00 WIB
Ilustrasi. Kasus 'Super Flu' mulai tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia. Ahli menyebut gejalanya bisa lebih berat daripada flu biasa. Berikut beberapa langkah pencegahan 'Super Flu'. (Dwi Lindah Permatasari)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus 'super flu' atau influenza A H3N2 subclade K yang terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia. Sebaiknya Anda waspada dan menerapkan beberapa cara pencegahan berikut ini.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus super flu secara nasional. Meski demikian, Dinkes DKI Jakarta memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus di wilayah ibu kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini masih belum ditemukan kasus 'Super Flu' di Provinsi DKI Jakarta," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, Senin (5/1) mengutip detikHealth.
'Super Flu' merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K, dengan karakter penularan yang relatif lebih cepat.
'Super Flu' disebut 'super' karena sifatnya lebih agresif. Infeksinya mudah menular dan gejalanya lebih berat dari flu biasa.
Gejala 'Super Flu' bisa berupa demam tinggi (39-41 derajat Celcius), nyeri otot hebat, sakit kepala berat, kelelahan, dan batuk kering.
Dinkes DKI Jakarta menekankan, langkah paling efektif untuk mencegah penularan 'super flu' adalah disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari.
Berikut 8 langkah pencegahan 'super flu'.
- Mencuci tangan menggunakan sabun,
- memakai masker saat sedang sakit,
- menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung,
- menghindari kebiasaan menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut,
- mencukupi asupan nutrisi seimbang,
- minum air putih minimal dua liter per hari,
- menjaga pola istirahat yang cukup, dan
- olahraga teratur.
Sementara itu, meski belum ada temuan kasus, tapi kewaspadaan tetap ditingkatkan. Pemprov DKI Jakarta aktif menjalankan fungsi sentinel surveillance untuk mendeteksi secara dini penyebaran virus.
Pemantauan dilakukan melalui sistem sentinel kasus Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima Puskesmas pada tiap kota dan satu rumah sakit rujukan.
"Fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga telah diinformasikan mengenai kewaspadaan penyebaran 'Super Flu', mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif terutama untuk kasus ISPA dan pneumonia," jelas Ani.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu berat atau berkepanjangan terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
(nga/els)

1 day ago
3

























