AS-Israel Habiskan Rp62 T Gempur Iran Hanya dalam 100 Jam Pertama

9 hours ago 15

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menghabiskan sekitar US$3,7 miliar atau setara Rp62,4 triliun hanya dalam 100 jam pertama agresi militer terhadap Iran.

Laporan tersebut disampaikan lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir CSIS, sebagian kecil biaya itu telah dianggarkan, namun sebagian besar, senilai US$3,5 miliar (sekitar Rp59 triliun) belum masuk dalam anggaran.

Biaya itu mencakup pengeluaran operasional sekitar US$196 juta (sekitar Rp3,3 triliun) penggantian amunisi sekitar US$3,1 miliar (sekitar Rp52,2 triliun).

Selain itu, terdapat biaya penggantian kerugian tempur dan perbaikan infrastruktur sekitar US$350 juta (sekitar Rp5,9 triliun).

Seluruh biaya yang belum dianggarkan itu kemungkinan memerlukan pendanaan tambahan dari Departemen Pertahanan AS.

"Biaya amunisi akan menurun ketika AS beralih ke amunisi yang lebih murah," demikian laporan CSIS, dikutip Al Jazeera.

Namun, lembaga itu juga menjelaskan tahap awal kampanye udara biasanya lebih mahal karena membutuhkan persenjataan berteknologi tinggi.

"Biaya yang belum dianggarkan ini akan tetap sangat besar. Artinya, Departemen Pertahanan pada akhirnya memerlukan dana tambahan karena pemotongan anggaran internal untuk membiayai konflik ini kemungkinan sulit dilakukan secara politik maupun operasional," demikian pernyataan itu.

Biaya perang diperkirakan dapat menurun jika militer AS beralih ke amunisi yang lebih murah dan intensitas serangan Iran berkurang.

Namun, besarnya biaya tetap akan bergantung pada intensitas operasi militer dan efektivitas serangan balasan Iran.

Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberi sinyal perang dapat berlangsung selama beberapa pekan.

(rnp/bac)

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial