Alasan Airlangga Bahas Nego Tarif Dagang RI-AS dengan KPK

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) membeberkan alasan Airlangga Hartarto menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (14/1) siang tadi.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan kedatangan Sang Menko Perekonomian untuk berkonsultasi dalam penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) terkait tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) sebesar 19 persen terhadap Indonesia.

Susi menyebutkan pihaknya konsultasi ke KPK terkait risiko yang mungkin terjadi dalam pembuatan aturan atas tarif resiprokal AS tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Acaranya tadi Tim KPK memaparkan kajian dan assessment atas rancangan perpres tersebut, dipimpin langsung oleh Pak Ketua KPK(Setyo Budianto), sekaligus langsung dibahas dan diskusi dengan Pemerintah yang dikoordinasikan Pak Menko Perekonomian (Airlangga)," jelas pria yang akrab disapa Susi ini kepada CNNIndonesia.com.

Hal yang dibahas terutama terkait rencana impor minyak dari Negeri Paman Sam yang sudah disepakati dalam perundingan sebelumnya.

"Membahas rancangan perpres terkait dengan pembelian minyak dari AS sebagai bagian dari Commercial-Deals yang menjadi bagian dari proses perundingan tarif resiprokal RI-AS," terangan.

Menurut Susi, KPK sudah mempunyai instrumen Corruption Risk Assessment (CRA).

"Untuk keperluan memitigasi risiko dari rancangan perpres pembelian minyak dari AS oleh Pertamina, sudah dilakukan assessment oleh Tim dari KPK," ujarnya.

Indonesia memang menyetujui untuk menambah volume impor minyak dari AS. Nantinya, porsi pembelian untuk negara lain akan dikurangi, sehingga total impor minyak tetap sama.

Namun, Kementerian ESDM masih belum merinci negara mana sajakah yang nanti impornya dikurangi dan dialihkan pembeliannya ke AS.

Airlangga menyambangi KPK hari ini bersama dengan Wakil Menteri Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Selain itu, juga turut hadir perwakilan Kemenkeu, BP BUMN, BPI Danantara, hingga Pertamina.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial