Zulhas Sebut Bansos ke 18 Juta Penerima Bakal Lewat Kopdes Merah Putih

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana menyalurkan bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dengan jumlah mencapai sekitar 18 juta penerima manfaat seiring percepatan pembangunan puluhan ribu unit koperasi di seluruh Indonesia.

Zulhas menjelaskan ke depan Kopdes Merah Putih tak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga akan menjadi kanal utama penyaluran berbagai bansos pemerintah.

Program seperti bantuan pangan hingga Program Keluarga Harapan (PKH) direncanakan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih dengan cakupan penerima yang mencapai sekitar 18 juta masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, skema ini menunjukkan peran strategis Kopdes dalam mengintegrasikan distribusi bantuan sekaligus memperkuat ekonomi di tingkat desa.

"Nanti jadi juga pos bantuan-bantuan pangan, bantuan-bantuan PKH. Bansos itu semua melalui Kopdes (Merah Putih). Semuanya. Itu 18 juta (penerima manfaat), enggak sedikit," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (31/1).

Ia menjelaskan Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan pangan, LPG, pupuk, hingga layanan keuangan. Koperasi ini juga akan berperan sebagai penghubung antara produksi masyarakat desa dengan program pemerintah.

Zulhas menyebut Kopdes Merah Putih akan menampung hasil produksi masyarakat seperti hasil pertanian dan kemudian menyalurkannya ke berbagai program pemerintah, termasuk SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Skema tata kelola tersebut, menurutnya, sudah disiapkan agar rantai pasok dari desa ke program pemerintah berjalan lebih terintegrasi.

"Koperasi Desa Merah Putih akan menampung hasil rakyat, kemudian menyuplai ke program pemerintah seperti SPPG. Tata kelolanya sudah kita siapkan," katanya.

Selain itu, Kopdes juga dirancang menjadi offtaker hasil pertanian seperti gabah dan jagung, serta menyediakan fasilitas pendukung seperti cold storage untuk produk perikanan dan sayur. Di sisi layanan, koperasi akan dilengkapi BRI Link agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman informal berbunga tinggi.

"Jadi nanti bayar listrik, kebutuhan sehari-hari, sampai distribusi bantuan akan terpusat di Kopdes," ujarnya.

Dalam perkembangannya, pemerintah mencatat lebih dari 33 ribu titik Kopdes telah dibangun atau dalam proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 lebih unit telah selesai dan siap dioperasikan, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi.

Zulhas juga memastikan regulasi pendukung telah disiapkan, termasuk revisi aturan pembiayaan dan koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat implementasi di daerah.

Di sisi operasional, pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menjalankan Kopdes selama dua tahun awal sebelum sepenuhnya dikelola oleh desa.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota memastikan tidak ada kendala berarti dalam pembangunan Kopdes, termasuk terkait penyediaan lahan.

"Tidak ada kendala. Lahannya itu ketika sudah ada kita bangun. Kendala itu lebih ke waktu dan kesiapan di daerah, tapi bukan hambatan utama," ujarnya.

Ia menambahkan selama masa awal operasional, Kopdes Merah Putih akan dikelola secara modern dan berbasis digital dengan pengawasan dari pengurus koperasi desa. Sebagian besar keuntungan juga akan dikembalikan ke masyarakat desa.

"97 persen keuntungannya akan diserahkan kembali kepada desa. Bahkan 82 persen akan dibagikan langsung kepada warga dalam bentuk kupon untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Pemerintah menargetkan pembangunan Kopdes Merah Putih mencapai sekitar 82 ribu unit dan rampung dalam tahun ini. Selanjutnya, penguatan operasional dan tata kelola akan diatur lebih lanjut melalui instruksi presiden (Inpres) yang tengah disiapkan.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial