Turki dan Pakistan Berpotensi Jadi Mediator Damai Iran vs Israel-AS

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan dan Turki berpotensi menjadi mediator dalam upaya negosiasi damai Iran dengan Amerika Serikat untuk meredakan konflik Timur Tengah.

Pakistan dilaporkan telah menyampaikan proposal Washington kepada Teheran, sementara Turki berperan sebagai perantara dengan menyampaikan pesan antara kedua pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah ini menunjukkan Iran mulai membuka kemungkinan jalur diplomasi, meski tetap menolak bernegosiasi langsung dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Sumber Iran tidak mengungkap rincian proposal yang dibawa Pakistan maupun apakah proposal itu berkaitan dengan kerangka perdamaian 15 poin yang sebelumnya dilaporkan media.

Pakistan bahkan menawarkan diri menjadi tuan rumah pembicaraan yang dapat dihadiri pejabat senior AS secepatnya pekan ini.

Sementara itu, pejabat partai berkuasa Turki, Harun Armagan, mengatakan Ankara turut "menyampaikan pesan" antara Iran dan AS.

Namun, Iran masih menunjukkan sikap keras terhadap negosiasi. Juru bicara komando militer gabungan Iran, Ebrahim Zolfaqari, dalam pernyataan di televisi negara Iran mengejek Trump.

"Apakah tingkat perjuangan batinmu sudah sampai pada tahap negosiasi dengan dirimu sendiri?" ejek Zolfaqari, dikutip Reuters.

"Orang seperti kami tidak akan pernah akur dengan orang seperti kalian tidak ada kesepakatan, bukan sekarang, tidak pernah," tambah dia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Beghaei, juga menegaskan tidak ada pembicaraan antara Iran dan AS.

Ia menyebut serangan AS sebagai "pengkhianatan terhadap diplomasi" yang membuat negosiasi lanjutan tidak lagi bermakna.

"Tidak ada pembicaraan atau negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat," ujarnya.

"Tidak ada yang bisa mempercayai diplomasi AS. Posisi kami jelas terkait klaim mereka. Saat ini, militer kami fokus membela wilayah dan kedaulatan Iran dari perang brutal dan ilegal ini."

Di sisi lain, seorang pejabat pertahanan senior Israel menyatakan skeptis bahwa Iran akan menerima syarat perdamaian tersebut.

Israel juga khawatir proses negosiasi dapat membuka ruang konsesi dari pihak AS.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial