Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro, China Marah

2 days ago 7

CNN Indonesia

Minggu, 04 Jan 2026 15:40 WIB

China marah dan mendesak Amerika Serikat segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap atas perintah Presiden Donald Trump. China marah setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (AFP/HANDOUT)

Jakarta, CNN Indonesia --

China marah dan mendesak Amerika Serikat segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap atas perintah Presiden Donald Trump.

Maduro ditangkap di ibu kota Venezuela, Caracas, beberapa saat usai AS membombardir sejumlah titik di kota itu pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, di kediamannya di Caracas.

China yang merupakan salah satu negara sahabat Venezuela, mengecam aksi AS tersebut yang dianggap sembrono melanggar kedaulatan negara Venezuela.

"China menyerukan kepada AS untuk memastikan keamanan pribadi Presiden Nicolas Madura dan istrinya, segera bebaskan mereka, hentikan menjatuhkan pemerintah Venezuela," demikian pernyataan Kementerian Luar Neger China, dikutip dari AFP.

Dalam pernyataan tersebut, Kemlu China juga menyebut serangan AS ke Venezuela merupakan "pelanggaran terang-ternagan terhadap hukum internasional."

Selain China, sejumlah pemimpin negara-negara Amerika Selatan seperti Kolombia hingga Brasil mengecam AS menyerang Venezuela dan menangkap Maduro.

Negara-negara Uni Afrika (UA) turut mengeluarkan pernyataan keras dan mengutuk aksi AS yang disebut 'menculik' Presiden Venezuela Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, serta menyerang lembaga-lembaga penting di Caracas.

Dalam pernyataannya yang dirilis pada Sabtu (3/1), badan Afrika tersebut menyatakan bahwa mereka mengikuti perkembangan dengan keprihatinan mendalam.

Uni Afrika mengatakan penculikan Maduro dan tindakan militer terhadap lembaga-lembaga negara menimbulkan kekhawatiran serius tentang penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan bangsa.

Badan kontinental tersebut menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara serta hak rakyat menentukan nasib sendiri, sebagaimana tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Uni Afrika juga menekankan pentingnya dialog, penyelesaian sengketa secara damai, dan penghormatan terhadap kerangka kerja konstitusional dan kelembagaan, menyerukan agar prinsip-prinsip ini membimbing hubungan antar bangsa dalam semangat bertetangga baik, kerja sama, dan hidup berdampingan secara damai.

(bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial